Kemenhub Usulkan Anggaran 2020 Sebesar Rp42,7 Triliun

Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2020 Kementerian Perhubungan mencapai Rp42,7 triliun. Angka tersebut naik Rp1 triliun dari anggaran tahun sebelumnya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Agustus 2019  |  13:32 WIB
Kemenhub Usulkan Anggaran 2020 Sebesar Rp42,7 Triliun
Menhub Budi Karya. - Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA -- Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2020 Kementerian Perhubungan mencapai Rp42,7 triliun. Angka tersebut naik Rp1 triliun dari anggaran tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan pada 2020 akan fokus meningkatkan konektivitas melalui pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor transportasi.

"Anggaran tersebut akan difokuskan pada konektivitas antardaerah melalui program seperti angkutan perintis tol laut dan tol udara sebesar kurang lebih 1.4 triliun rupiah,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (18/8/2019).

Budi Karya menyebut perlunya mendorong peningkatan SDM transportasi melalui pendidikan dan pelatihan baik di sektor darat, laut dan udara. 

Direncanakan akan ada pendidikan SDM transportasi sebanyak 380.000 orang dengan biaya sekitar Rp2,1 triliun pada 2020.

Selain itu, aktivitas pembangunan terus dilakukan. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di antaranya pembangunan Bandar Udara, Pelabuhan Laut dan Penyeberangan serta Reaktivasi Jalur Kereta Api.

"Berikutnya apa yang kita lakukan adalah pembangunan pengembangan sarana dan prasarana baik udara, darat, laut dan reaktivasi jalur kereta api," jelas Budi Karya. 

Lebih lanjut Menhub menjelaskan, ke depannya Kemenhub terus berupaya mengoptimalkan pelayanan angkutan massal agar masyarakat semakin berminat menggunakannya.

Contohnya, Kemenhub tidak lagi memberikan bus kepada Pemerintah Daerah, tetapi melalui skema buy the service atau pembelian layanan oleh pemerintah kepada pihak swasta sebagai operator untuk mengoperasikan angkutan bus seperti Bus Rapid Transit (BRT).

"Kalau selama ini kita memberikan bus ke daerah-daerah, sekarang kita mensubsidi angkutan bus. Diharapkan masyarakat lebih tertarik beralih menggunakan transportasi massal karena harga yang terjangkau. " tutur Menhub.

Selain itu, Kemenhub terus meningkatkan konektivitas untuk mendukung sektor pariwisata, khususnya di daerah destinasi wisata 10 Bali Baru di Indonesia. 

Pembangunan infrastruktur transportasi untuk mendukung pariwisata tersebut tidak hanya menggunakan APBN melainkan dikombinasi dengan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha baik BUMN maupun swasta.

"Kita akan mendapat mandat untuk menunjang pariwisata terutama Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur juga Sulawesi Utara (Sulut) karena memang Sulut terlihat sangat potensial. Oleh karenanya, kita melakukan perbaikan bandara dan beberapa fasilitas pelabuhan dan tidak semuanya [memakai dana] APBN," papar Menhub. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, Budi Karya Sumadi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top