FLPP Makin Tipis, 4 Perusahaan Ini Bekerja Sama Mencari Solusi

Harapannya, dengan kerja sama tersebut bisa menjadi alternatif untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  08:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan yang terus menipis memicu keempat perusahaan ini untuk bekerja sama mencari terobosan dan solusi baru.

Harapannya, dengan kerja sama tersebut bisa menjadi alternatif untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan bahwa pihaknya menggandeng DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) untuk mencoba model bisnis segi empat.

“Dengan kerja sama ini, kita mencoba bersinergi untuk menyalurkan kredit kepada MBR, nanti REI menyeleksi developer-nya, lalu kemudian Bank Jatim jadi BPD starter, SMF untuk menjalankan fungsi funding-nya, lalu kita [Jamkrindo] melakukan penjaminan sehingga risikonya jadi sangat termitigasi,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (12/8/2019).

Randi mengharapkan agar dari kerja sama itu bisa tercipta solusi pembayaran baru dengan bunga yang tetap rendah sehingga MBR bisa menikmati perumahan dengan tetap sesuai dengan program yang dijalankan pemerintah.

“Kami juga mencoba mencari alternatif saja sekiranya memang nanti bisa. Kalau nanti bisa akan lebih banyak channel yang bisa diakses untuk MBR, tidak hanya FLPP [fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan], tapi kalau FLPP bisa jalan lebih kencang lagi ya, bagus juga. Toh, selama ini juga Jamkrindo ikut menjamin FLPP,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. Ferdian Timur Satyagraha menambahkan bahwa harapannya program ini bisa segera dilaksanakan. Bank Jatim menargetkan untuk bisa menyediakan 500—1.000 rumah lewat program tersebut. “Namun, untuk jumlah pastinya tentu kami tunggu dari Kementerian Keuangan, nanti mereka yang menentukan,” ujarnya.

Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengatakan bahwa kerja sama keempat perusahaan itu ke depan bisa menjadi skema pembiayaan baru.

“Selama ini kan kita mengenal tiga sistem pembiayaan, FLPP, SSB [subsidi selisih bunga], dan BP2BT [bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan]. Nah, ini kami mencari alternatif yang keempat di luar bantuan pemerintah, yang melibatakan sumber-sumber keuangan yang memungkinkan bunganya lebih rendah. Belum tentu 5 persen seperti FLPP sih,” kata Soelaeman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mbr, flpp, jamkrindo

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top