Morgan Stanley Rekomendasikan 3 Self-Help Bagi Indonesia

Di tengah risiko penurunan pertumbuhan, Morgan Stanley merekomendasikan pemerintah untuk melakukan tiga langkah self-help dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian domestik.
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  13:19 WIB
Morgan Stanley Rekomendasikan 3 Self-Help Bagi Indonesia
Gedung Morgan Stanley. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Di tengah risiko penurunan pertumbuhan, Morgan Stanley merekomendasikan pemerintah untuk melakukan tiga langkah self-help dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian domestik.

Melalui riset yang dirilis Senin (12/8/2019), tiga self-help tersebut yakni: 

Pertama, tanggapan kebijakan countercyclical di mana pelonggoran kebijakan telah dimulai dan BI diperkirakan akan kembali memotong suku bunga acuan sebesar 75bps (kumulatif 100bps)

Kedua, mengurangi risiko stabilitas makro. Penyeimbangan kembali makro menuju stabilitas makro yang lebih baik membantu mengurangi beberapa risiko penurunan pertumbuhan.

Ekonomi yang sebelumnya bekerja untuk mengurangi risiko stabilitas makro juga kemungkinan akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengelola risiko penurunan pertumbuhan. Langkah-langkah sebelumnya berupa menghasilkan tingkat utang yang tinggi - khususnya, dalam perekonomian surplus neraca berjalan.

Berikutnya mengurangi ketergantungan pendanaan eksternal - khususnya bagi perekonomian yang masih menjalankan defisit neraca berjalan.

Ketiga, reformasi struktural.  Penyeimbangan kembali secara makro menuju pertumbuhan produktivitas yang lebih tinggi merupakan solusi terbaik untuk menghadapi rintangan di tingkat global maupun lokal.

Secara keseluruhan, reformasi struktural untuk mengangkat pertumbuhan produktivitas dan meningkatkan daya saing non-komoditas adalah yang terbaik

Negara dengan ekonomi yang masih memiliki kekurangan dalam infrastruktur - seperti India, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Taiwan - dalam upaya meningkatkan produktivitas membutuhkan perbaikan infrastruktur melalui pembiayaan sektor publik dan reformasi kelembagaan/peraturan untuk mendorong belanja modal sektor swasta agar memastikan antara modal dan tenaga kerja seimbang.

Sementara itu, negara dengan perekonomian yang memiliki persediaan modal relatif cukup - seperti China, Hong Kong, Korea, Singapura, dan Malaysia - meningkatkan produktivitas akan memerlukan peningkatan kualitas infrastruktur lunak (yaitu, sumber daya manusia). Hal ini dapat dicapai melalui kebijakan pasar kerja/peningkatan skill/pelatihan/perombakan sistem pendidikan yang lebih aktif dan pengembangan R&D.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi indonesia

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top