Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Properti Tumbuh Melambat pada Kuartal II/2019

Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mengindikasikan perlambatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal II/2019.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  10:34 WIB
Deretan hunian berdiri di perumahan di kawasan Nanjung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019). - Bisnis/Rachman
Deretan hunian berdiri di perumahan di kawasan Nanjung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mengindikasikan perlambatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal II/2019.

Dilansir dari survei yang dikutip Senin (12/8/2019), tercermin Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal II/2019 yang tumbuh 0,20% (q-t-q), melambat dibandingkan dengan 0,49% (q-t-q) pada kuartal sebelumnya.

Pasalnya, perlambatan kenaikan harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah.

Ke depan, kenaikan harga rumah diperkirakan meningkat pada kuartal III/2019 sebesar 0,76% (q-t-q).

Volume penjualan properti residensial pada kuartal II/2019 tercatat mengalami kontraksi pertumbuhan -15,90% (q-t-q), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 23,77% (q-t-q).

Adapun penurunan penjualan properti residensial disebabkan oleh penurunan penjualan pada rumah tipe kecil dan rumah tipe menengah.

Menurut responden, beberapa faktor yang menyebabkan penurunan penjualan adalah melemahnya daya beli, suku bunga KPR yang cukup tinggi, dan tingginya harga rumah.

Hasil survei menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang terutama bersumber dari non perbankan, tercermin pada pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dana internal pengembang yang mencapai 60,57%.

Sementara itu, di sisi konsumen, pembelian properti residensial sebagian besar masih menggunakan fasilitas KPR sebagai sumber pembiayaan utama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top