Infrastruktur Mekar, Gerbang Investasi Properti Jabar Terbuka Lebar

Pemerintah menyiapkan dua kawasan utama untuk pengembangan skala kota baru yang bisa menjadi sasaran empuk bagi investor baik dari lokal maupun asing.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  12:40 WIB
Infrastruktur Mekar, Gerbang Investasi Properti Jabar Terbuka Lebar
Suasana proyek pembangunan LRT di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan infrastruktur yang hampir selesai di seputar Jawa Barat membuat daerah itu semakin potensial terbuka sebagai sasaran empuk investor untuk mengalirkan dananya pada pengembangan di sana.

Direktur PT Jababeka Tbk. Sutedja Darmono mengatakan bahwa saat ini pemerintah menyiapkan dua kawasan utama untuk pengembangan skala kota baru yang bisa menjadi sasaran empuk bagi investor baik dari lokal maupun asing.

Dua kawasan tersebut adalah Bekasi, Karawang, dan Purwakarta (Bekapur) serta Cirebon, Patimban, dan Kertajati (Rebana).

Kawasan pertama, Bekapur saat ini dinilai sudah menjadi kawasan yang sudah siap dan tertata.

Sutedja menuturkan bahwa Bekapur bisa kini sudah bisa menjadi gerbang investasi untuk pengembangan zona ekonomi khusus.

“Di Bekapur sudah ada 23 kawasan industri, ada lebih dari 4.000 perusahaan yang beroperasi dan mempekerjakan sekitar 1,6 juta orang. Kontribusinya sudah 14% pada PDB [produk bomestik bruto] industri nasional,” katanya belum lama ini.

Selain itu, di kawasan tersebut juga tengah disiapkan sejumlah pengembangan transportasi seperti moda raya terpadu (mass rapid transit/MRT) yang rencananya berakhir di Cikarang, jalu rel api dwiganda (double-double track) kereta api yang sedang dikerjakan dan akan rampung pada 2020, kereta ringan (light rail transit/LRT) sampai ke Karawang, dan kereta cepat (high speed train) yang akan berujung di Bandung yang juga akan melewati Bekapur.

“Hal ini tentunya menarik terutama bagi investor asing karena ini semua masih dalam proses pengembangan, ada juga yang masih usulan rencana, kesempatannya untuk bisa ikut mengembangkan di area ini besar sekali,” lanjutnya.

Sutedja menyebutkan bahwa saat ini pengembangan paling menarik di Jawa Barat adalah pengembangan transit oriented development (TOD) di sekitar sejumlah moda transportasi kereta yang sedang dibangun itu.

Menurutnya, pengembangan TOD di Jakarta masih sulit karena perencanaannya kurang matang.

Sementara, di Jawa Barat dengan banyak lahan yang belum dikembangkan, justru menjadi lebih mudah untuk mengembangkan TOD dengan persiapan yang lebih matang.

“Mungkin di area seperti di Jababeka yang luasnya 5.600 hektare, bisa meng-cover MRT, LRT, dan high speed train. Di sana kita bisa menciptakan network konektivitas seperti di negara-negara maju itu, dan Bekapur itu, menurut saya, bisa menjadi best TOD area di Indonesia,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, jabar, LRT

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top