OYO, Membangun Jaringan Hotel Berbasis Teknologi

Semua berawal dari tingginya kesenjangan antara permintaan dan penawaran pasar akan kebutuhan penginapan atau tempat tinggal yang berkualitas di kelas low budget dan menengah.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 13 Juli 2019  |  14:44 WIB
OYO, Membangun Jaringan Hotel Berbasis Teknologi
Ilustrasi aplikasi pesan hotel. - Husin Parapat

Bisnis.com, JAKARTA—Dalam perkembangan bisnis rintisan virtual hotel operator (VHO), OYO enggan disebut sebagai bagian dari VHO. OYO Hotels & Homes merupakan jaringan hotel yang menyewakan kamar hotel dan bekerja sama dengan mitra pemilik properti secara waralaba atau francis.

“Kami bukan VHO, room aggregator, atau online travel agent (OTA), kami jaringan hotel berbasis teknologi dalam pengoperasiannya,” ujar Meta Rostiawati, Head of PR & Communication OYO Hotels & Homes Indonesia.

Semua berawal dari tingginya kesenjangan antara permintaan dan penawaran pasar akan kebutuhan penginapan atau tempat tinggal yang berkualitas di kelas low budget dan menengah. Meta mengatakan bahwa kondisi ini memaksa para wisatawan untuk berkompromi dengan lokasi, kualitas, dan harga ketika memilih akomodasi.

“Nah, kondisi itu yang kemudian membuat OYO ingin fokus pada pengembangan teknologi dan sumber daya manusia untuk mengatasi kesenjangan di industri perhotelan tadi,” katanya.

Kehadiran OYO kemudian mengajak pemilik hotel atau properti untuk memanfaatkan inovasi berbasis teknologi. Selain itu, OYO turut berperan dalam membangun ekosistem hotel yang baru sesuai dengan standar OYO.

“Kami mengubah hotel berskala kecil, menengah, dan unbranded menjadi tempat tinggal yang berkualitas,” kata Meta lagi. Menurutnya selain make over itu, OYO juga turut melakukan transformasi sistem dan jangkauan pasar hotel-hotel yang menjadi mitranya.

Menurut data yang dilaporkan OYO, rata-rata pemilik properti yang bekerja sama dengan OYO mengalami peningkatan okupansi lebih dari 20-30%. Secara perhitungan revenue per available room, hotel mitra OYO mengalami kenaikan 2,5 kali. “Jadi, bagi properti yang membawa brand OYO kini mengalami kenaikan profit yang signifikan,” katanya lagi.

Kehadiran jaringan hotel asal India ini dibarengi dengan komitmen investasi yang tidak sedikit. OYO menggelontorkan dana investasi sebesar US$100 juta atau Rp1,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akomodasi berkualitas dengan harga kompetitif. OYO menargetkan akan hadir di 100 kota di Indonesia dalam ekspansi bisnisnya.

“Pengoperasian berbasis aplikasi memudahkan pelanggan dalam proses pemesanan, check-in, dan keperluan lain selama menginap di hotel/penginapan yang bermitra dengan OYO,” kata Meta. Menurutnya belum ada perusahaan hotel lain yang menggunakan teknologi yang sama seperti OYO.

Salah satu keunikan dari jaringan hotel seperti OYO adalah adanya standardisasi yang seragam pada semua jenis hotel. Semua hotel dan penginapan yang bermitra memiliki standar pelayanan dan fasilitas yang setara.

Hal ini akan membuat pelanggan tidak perlu memusingkan berbagai fasilitas yang tersedia di hotel. “Dengan standar yang sama, pelanggan hanya perlu memikirkan lokasi dan pilihan hotel yang sesuai dengan tujuan perjalanan,” katanya lagi.

Untuk mendukung jaringan hotel internasional seperti ini, OYO bekerja sama dengan investor besar di belakangnya. OYO didukung oleh SoftBank Vision Fund, Sequoia Capital, Lightspeed Ventures, Hero Enterprise, dan China Lodging Group. Baru-baru ini @Leisure Group bergabung ke jaringan perusahaan OYO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hotel

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top