Jaga Inflasi di Musim Kemarau, Harga Cabai Perlu Diantisipasi

Menjelang kemarau yang diprediksi bakal meningkatkan harga pangan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pihaknya tetap berharap agar tingkat inflasi tetap berada di bawah 3,5%.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  17:56 WIB
Jaga Inflasi di Musim Kemarau, Harga Cabai Perlu Diantisipasi
Pedagang menunjukkan cabe kriting di Pasar Tradisional Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/5/2019). - ANTARA/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang kemarau yang diprediksi bakal meningkatkan harga pangan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pihaknya tetap berharap agar tingkat inflasi tetap berada di bawah 3,5%.

Adapun komoditas yang menurutnya perlu diantisipasi adalah cabai pada bulan kemarin pun juga memberikan andil besar atas inflasi kelompok bahan pangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi kelompok bahan pangan per Juni 2019 mencapai 4,97% year-to-date (ytd), sedangkan tingkat inflasi secara umum berada pada angka 2,05% (ytd).

Pada Juni 2019, komoditas bahan pangan yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi adalah cabai merah dengan sumbangsih mencapai 0,2%.

Secara month-to-month (mtm) kelompok bahan pangan pada Juni 2019 mengalami inflasi sebesar 1,63%.

"Kita tidak hanya konsentrasi di produksi, tapi bagaimana jalur distribusi agar lebih efisien, terutama untuk komoditas yang mudah busuk," kata Suhariyanto selepas rapat bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP), Rabu (10/7/2019).

Lebih lanjut, untuk semester II/2019 Suhariyanto menyebutkan tarif pesawat sudah cenderung stabil mengingat bulan kemarin mengalami deflasi.

Berdasarkan data BPS, tarif angkutan udara memberikan andil sumbangsih sebesar 0,04% pada Juni 2019. Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sendiri mengalami deflasi sebesar 0,14% (mtm) dengan subkelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,24% (mtm).

Namun, perlu dicatat bahwa laju inflasi kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan masih berada pada angka 0,66% (ytd).

Dengan disepakatinya penurunan harga tiket pesawat low cost carrier (LCC) sebesar 50% dari tarif batas atas pada hari dan jam tertentu pada 1 Juli 2019, Suhariyanto mengatakan tarif pesawat diharapkan bakal membantu menahan tingkat inflasi nasional.

Per 11 Juli 2019, pemerintah juga telah memutuskan untuk menyediakan penerbangan LCC domestik dengan diskon 50% dari tarif batas atas pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Citilink bakal menyediakan 62 penerbangan per hari dengan total seat mencapai 3.348, sedangkan untuk Lion Air mencapai 146 penerbangan per hari dengan total seat 8.278.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, harga cabai

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top