Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Musim Kemarau Panjang, Pemerintah Jaga Produksi Pangan

Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) mengadakan rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution, Rabu (10/7/2019).
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  17:32 WIB
Musim kemarau - Antara
Musim kemarau - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) mengadakan rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution, Rabu (10/7/2019).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan rapat tersebut diadakan dalam rangka mengantisipasi musim kemarau panjang.

Menurut Bambang, musim kemarau panjang sangat berpengaruh pada produksi pangan. Kelompok bahan pangan sendiri merupakan kelompok konsumsi dengan kontribusi inflasi terbesar sepanjang 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi kelompok bahan pangan per Juni 2019 mencapai 4,97% year-to-date (ytd), sedangkan tingkat inflasi secara umum berada pada angka 2,05% (ytd).

Pada Juni 2019, komoditas bahan pangan yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi adalah cabai merah dengan sumbangsih mencapai 0,2%.

"Kita harus antisipasi musim kekeringan yang mungkin agak di luar kebiasaan," kata Bambang di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (10/7/2019).

Kendati stok beras diklaim relatif aman, Bambang mengatakan komoditas pangan lain yang justru perlu diantisipasi oleh pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) yang juga turut hadir dalam rapat pun mengatakan stok beras yang dimilikinya cukup untuk kebutuhan hingga akhir tahun.

Buwas mengatakan stok beras hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 1 juta-1,5 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi musim kemarau
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top