Batam Aero Technic Segera Kembangkan Hanggar Tahap Ketiga

Batam Aero Technic segera mengembangkan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) dengan menambah tiga hanggar berkapasitas 8 pesawat narrow body dengan investasi mencapai Rp500 miliar yang ditargetkan selesai 2020.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  21:04 WIB
Batam Aero Technic Segera Kembangkan Hanggar Tahap Ketiga
Ilustrasi - Fasilitas MRO Batam Aero Technic (BTA) di Batam. - Bisnis/Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Batam Aero Technic segera mengembangkan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) dengan menambah tiga hanggar berkapasitas 8 pesawat narrow body dengan investasi mencapai Rp500 miliar yang ditargetkan selesai 2020.

Direktur Utama BAT I Nyoman Rai Pering menuturkan, pengembangan ini termasuk dalam pembangunan tahap tiga dengan membuat 2 hanggar berkapasitas masing-masing 3 pesawat dan 1 hanggar berkapasitas 2 pesawat.

"Ketiga bangun hanggar, kapasitas sampai 8 line kapasitas pesawatnya, itu kita mulai tahap desain, baru kami rapatkan, menyiapkan desain kebutuhannya mulai pembangunan tahun depan, 1,5 tahun lagi sudah operasi," tuturnya Jumat (28/6/2019).

Dia mengatakan, begitu pembangunan hanggar yang sesuai spesifikasi Federal Aviation Administration (FAA), maka MRO tersebut dapat dibuka melayani pelanggan maskapai dari berbagai negara.

Pasalnya, dengan kapastias saat ini, hanggar dan bengkel komponennya baru dapat melayani pesawat milik Lion Air Group saja. Pasalnya LAG mengoperasikan total 348 pesawat termasuk pesawat latihnya.

Kapasitas saat ini 4 hanggar yang dapat menampung 15 pesawat secara bersamaan. Dengan rata-rata per bulan melayani hingga 40 pesawat.

Mimpinya, fasilitas di kota Batam tersebut dapat melayani 42 pesawat secara bersamaan dengan manafaatkan lahan seluas 30 Hektare (Ha). Proyeksinya, mimpi tersebut dapat terlaksana dalam 10 tahun mendatang atau pada 2029.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lion air, faa, hanggar, batam aero technic

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top