Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Tegaskan Wacana O-Bahn Masih Kajian

Kementerian Perhubungan menegaskan wacana mengenai O-bahn atau directed busway masih berupa kajian dan belum ada rencana pemberlakukannya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  14:51 WIB
Ilustrasi - Angkutan massal O-Bahn, atau jalur bus terarah (guided busway). - Binsis/setkab.go.id
Ilustrasi - Angkutan massal O-Bahn, atau jalur bus terarah (guided busway). - Binsis/setkab.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menegaskan wacana mengenai O-bahn atau directed busway masih berupa kajian dan belum ada rencana pemberlakukannya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menuturkan, wacana ini dikemukakan guna memberikan moda alternatif di Indonesia dan baru sebatas diskusi, sehingga khazanah pengetahuan mengenai moda angkutan umum massal menjadi lebih besar.

"Baru diskusi kemarin, tetapi untuk mengajukan ini masih panjanglah. Saya lagi mengajukan ke Pak Menteri Perhubungan [Budi Karya Sumadi], saya dengan Dirjen perkeretaapian akan benchmarking melihat negara atau kota yang sudah menggunakan O-Bahn ini. Ada di China, Jerman, Australia, kita yang dekat saja di Australia," terangnya, Selasa (25/6/2019).

Dia juga bercerita secara harga pembangunan memang lebih tinggi dari bus rapid transit (BRT) pada umumnya karena ada jalur yang sifatnya elevated atau melayang dengan rel tersendiri.

Namun, kapasitasnya lebih besar dari BRT dan lebih rendah dari LRT. Perbedaannya pembuatan light rapid transit (LRT) ini lebih mahal. "Kami masih kajian dahulu, jadi saya belum bicara di kota mana cocoknya, berapa anggarannya belum sampai ke sana," tambahnya.

O-Bahn atau jalur bus terarah (guided busway) berasal dari kata O untuk Omnibus atau bus dan Bahn bermakna jalan atau jalur. Dengan demikian, O-Bahn dapat dimaknai sebagai busway dan menjadikannya bagian dari perubahan sistem BRT.

Dengan demikian, teknologi ini sebenarnya bukan bus yang bisa lewat rel, tetapi busway yang dibuatkan track atau rel khusus memanfaatkan jalur yang tadinya direncanakan untuk trem. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brt o-bahn busway
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top