Delegasi Bank Dunia ke Istana, Beri 5 Masukan ke Jokowi. Ini Rinciannya

Presiden Joko Widodo menerima delegasi Bank Dunia Perwakilan Indonesia untuk menerima masukan terkait pembangunan ekonomi di Indonesia.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  16:29 WIB
Delegasi Bank Dunia ke Istana, Beri 5 Masukan ke Jokowi. Ini Rinciannya
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro - ANTARA/Afriadi Hikmal

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menerima delegasi Bank Dunia Perwakilan Indonesia untuk menerima masukan terkait pembangunan ekonomi di Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro seusai mendampingi Presiden Jokowi bertemu Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo A. Chaves di Istana Kepresidenan, Selasa (25/6/2019).

Bambang mengatakan agenda Presiden Jokowi lebih mendengarkan masukan dari Bank Dunia, terutama sebagai bahan masukan untuk RPJMN 2020-2024.

"Targetnya tentunya pada tahun 2030, Indonesia sudah bisa lebih memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dia menjelaskan setidaknya delegasi Bank Dunia memberikan masukan mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, keseimbangan sumber daya alam (SDA), perpajakan, dan investasi.

Poin pertama, kata Bambang, Bank Dunia berharap Pemerintah Indonesia harus melakukan penekanan pada pembangunan SDM.

"Khususnya dengan fokus di bidang pendidikan baik pendidikan dasar maupun pendidikan vokasi," tukasnya.

Poin kedua adalah Indonesia harus terus mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain terkait ketersediaan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur yang dimaksud adalah yang terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi maupun listrik

Kemudian, untuk saran yang ketiga, Bank Dunia menekankan atas keseimbangan SDA supaya bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Yang keempat dari segi perpajakan disarkankan agar pemerintah bisa meningkatkan penerimaan pajak. Tetapi dari segi pengeluaran bisa melakukan budget spending," jelasnya.

Yang terakhir atau kelima, dia mengungkapkan Bank Dunia meminta Indonesia untuk mendorong investasi berbasis ekspor sehingga bisa mengarahkan Indonesia untuk masuk ke perdagangan global.

"Dan satu lagi Indonesia harus lebih aktif meningkatkan foreign direct investment [FDI]. Karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam misalkan untuk negara sesama Asia Tenggara," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, bank dunia

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top