Bandara Soekarno-Hatta Brand Termahal di Indonesia, Ini Nilainya

Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinobatkan sebagai salah satu merek paling mahal di Indonesia dengan nilai US$72 juta, versi Brand Finance.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  12:29 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Brand Termahal di Indonesia, Ini Nilainya
Calon penumpang menunggu keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Minggu (24/6/2018). Penumpang selama arus mudik dan balik di Bandara Soeta mencapai 3 juta penumpang selama H-8 sampai H6 Hari Raya Idul Fitri atau naik 5,82% dari tahun lalu. - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinobatkan sebagai salah satu merek paling mahal di Indonesia dengan nilai US$72 juta, versi Brand Finance.

Konsultan independen asal Inggris tersebut menempatkan salah satu gerbang internasional Indonesia itu di posisi 71 dari daftar Top 100 Indonesia Most Valuable Brands 2019. Metodologi yang digunakan mencakup Brand Strength Index (BSI), Brand Royalty Rate, dan Brand Revenues, hingga akhirnya didapat Brand Value dari suatu merek.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan pencapaian ini merupakan yang pertama kali dan menjadikan Bandara  Soekarno-Hatta sebagai pendatang baru di dalam daftar tersebut. Bahkan, menjadi satu-satunya bandara yang mampu menjadi merek paling mahal. 

"Capaian ini merupakan hasil dari transformasi yang tengah dijalankan perusahaan. Transformasi tersebut berujung pada meningkatnya pelayanan ke standar tertinggi dan berdampak pada terbentuknya loyalitas pelanggan serta meningkatnya pendapatan," kata Awaluddin dalam siaran pers, Kamis (13/6/2019).

Awaluddin menjelaskan ada tiga transformasi yang sedang dilakukan, yaitu business & portfolio transformation, infrastructure & operation system transformation, dan human capital transformation. Transformasi tersebut untuk mencapai tujuan yakni menjadikan Soekarno-Hatta sebagai the best smart connected airport in the region.

AP II, lanjut Awaluddin, juga melakukan pembangunan masif seperti terminal, runway, dan stasiun kereta yang termasuk dalam hard infrastructure. Di sisi lain, pembangunan itu diimbangi dengan mengembangkan soft infrastructure yakni ekosistem digital.

Menurut Awaluddin, perpaduan antara pengembangan hard infrastructure dan soft infrastructure mampu membuat Soekarno-Hatta mempertahankan standar tinggi dalam melayani 60 hingga 70 juta penumpang pesawat per tahun. 

Saat ini bandara tersebut beroperasi dengan tiga terminal yakni Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3. Sejak 2017 Bandara Soekarno-Hatta telah dilengkapi Skytrain sebagai moda transportasi antarterminal, sangat berbeda jauh dibandingkan sebelumnya yang hanya mengandalkan shuttle bus.

Berbagai infrastruktur pelayanan digital juga bisa dinikmati di Soekarno-Hatta mulai dari wifi berkecepatan tinggi (wi-shock), iMATE Lounge (i-Millennial Airport Travel Experience Lounge), tempat bermain e-sport, hingga personel yang dilengkapi gadget (Digital Officer with Digital Device).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara soekarno-hatta

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top