Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Kemacetan Arus Balik, GT Palimanan Bisa Saja Dinonaktifkan Sementara

Kementerian Perhubungan siapkan berbagai langkah hadapi lonjakan jumlah pengguna saat arus balik Lebaran 2019. Salah satunya dengan menonaktifkan gerbang tol (GT) Palimanan jika kemacetan mencapai 3 Km.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  09:51 WIB
Kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). Arus mudik di gerbang tol Cipali pada H-6 terpantau padat. - ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). Arus mudik di gerbang tol Cipali pada H-6 terpantau padat. - ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan siapkan berbagai langkah hadapi lonjakan jumlah pengguna saat arus balik Lebaran 2019. Salah satunya dengan menonaktifkan gerbang tol (GT) Palimanan jika kemacetan mencapai 3 Km.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi men merekomendasikan Gerbang Palimanan untuk ditiadakan atau dinonaktifkan jika panjang kemacetan sudah mencapai hingga 3 Km.

Terkait hal ini, dia mengatakan akan mengeluarkan surat edaran kepada Kepolisian dan stakholder terkait untuk melakukan diskresi tersebut.

"Sejak kemarin saya rekomendasikan gerbang Palimanan ditiadakan jika kemacetan sudah mencapai 3 Km. Kita keluarkan semacam surat edaran sehingga bisa berjalan," katanya dalam keterangan yang diterima oleh Bisnis.com, Sabtu (8/6/2019).

Dia tidak mengharapkan ada macet hingga 3 km, tetapi dia tetap merasa perlu untuk membuat langkah antisipasi.

Selain itu, Menhub membeberkan beberapa strategi lain yang telah disiapkan oleh Kemenhub bersama dengan stakeholder terkait untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pada arus balik. Salah satu diskresinya yaitu mengatur penggunaan rest area.

Hal itu karena pada masa arus mudik, rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP) menjadi salah satu penyebab terjadinya permasalahan kepadatan lalu lintas.

"Saya mengimbau agar pemudik tidak melakukan pemberhentian di rest area, kalau tidak mendesak. Jika jarak tempuh mencapai 6 jam dan kondisi badan atau tingkat kebugarannya maksimal maka mereka tidak perlu berhenti," ujarnya.

Dia juga meminta agar para pemudik tidak berhenti di bahu jalan karena hal tersebut merupakan tindakan berbahaya dan menimbulkan kemacetan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palimanan Arus Balik
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top