Indonesia Perlu Bentuk Ekosistem Gudang Pangan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan perlunya keterhubungan antara penggilingan-penggilingan kecil yang jumlahnya lumayan banyak dan gudang-gudang besar penyimpan hasil pangan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 05 Juni 2019  |  19:28 WIB
Indonesia Perlu Bentuk Ekosistem Gudang Pangan
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan perlunya keterhubungan antara penggilingan-penggilingan kecil yang jumlahnya lumayan banyak dan gudang-gudang besar penyimpan hasil pangan.

Menurutnya, salah satu yang perlu dilakukan adalah dengan membekali penggilingan kecil dengan dryer atau pengering.

Pasalnya, banyak dari mereka yang masih bergantung pada lantai jemur untuk melakukan pengeringan hasil panen seperti beras. Padahal, lantai jemur hanya bisa dimanfaatkan saat matahari bersinar.

“Kalau kalau pakai dryer, dikaitkan dengan penggilingan kecil, kemudian mestinya ada gudang atau lumbung. Ekosistem itu yang harus kita bangun supaya tidak terjadi waktu panen harganya jatuh waktu paceklik harganya melambung. Itu berlaku untuk beras, cabai, dan bawang," jelasnya, Rabu (5/6/2019).

Bulog pun didorong untuk membangun gudang-gudang besar di enam provinsi yang kerap menorehkan surplus produksi beras sehingga bisa menampung hasil dari penggilingan-penggilingan kecil.

Adapun untuk daerah yang mengalami defisit, perlu dibangun gudang-gudang kecil untuk menyimpan hasil panen di daerah tersebut dan distribusi dari daerah surplus.

Enam daerah yang dimaksud adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Sehingga jaringan antara gudang daerah surplus dengan daerah minus itu kemudian bisa dengan lancar di-handle. Memang gudangnya perlu dibangun lebih baik," katanya.

Di samping sarana logistik tersebut, satu hal lagi yang perlu menjadi perhatian adalah penggolongan atau standarisasi hasil produksi.

Dengan standarisasi ini, para petani dan pengolah hasil pangan terbiasa menggolongkan hasil pangan sesuai grade atau standar kualitas yang dihasilkan.

Dengan dituntaskannya seluruh isu ini, diharapkan kesenjangan harga dan ketersedian bahan pangan, baik antar daerah maupun antar musim (panen dan paceklik), bisa diselesaikan.

Selain itu, kesejahteraan petani pun diharapkan bisa lebih baik. “Kalau itu belum bisa kita bangun, boleh kita dorong naik produksinya, petaninya malah tidak lebih sejahtera karena harganya turun,” pungkasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangan, ketahanan pangan

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top