JELAJAH LEBARAN JAWA–BALI 2019 : Kemenhub Tambah 5 Kapal ke Madura

Kementerian Perhubungan menambah 5 armada kapal untuk melayani pemudik penyeberangan antar pulau di Madura dan sekitarnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi belum maksimalnya pelaksanaan mudik di sekitar Madura.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  01:45 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA–BALI 2019 : Kemenhub Tambah 5 Kapal ke Madura
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berbincang dengan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto (kedua kanan) saat meninjau Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, BANGLI — Kementerian Perhubungan menambah 5 armada kapal untuk melayani pemudik penyeberangan antar pulau di Madura dan sekitarnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi belum maksimalnya pelaksanaan mudik di sekitar Madura.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, pelaksanaan mudik di Madura dalam tiga tahun berturut-turut dinilai belum maksimal. Untuk itu, perlu adanya penyelesaian untuk mendorong pelayanan bagi pemudik.

“Madura adalah suatu tempat yang selama ini belum berhasil [penanganan mudik]. Oleh karenanya, tempat yang paling sulit kami lakukan perbaikan, apalagi kerja sama dengan pemerintah daerah [pemda]," ujar Budi di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Senin (3/6/2019) dalam keterangan resmi.

Dia menilai, secara umum angkutan lebaran di Madura telah membaik dengan adanya tambahan 5 armada kapal. Akan tetapi, Budi mengakui, saat ini perjalanan kapal pada lintas penyeberangan di Madura kerap kali terkendala ombak besar akibat cuaca buruk.

Persoalan cuaca tersebut menurutnya penting untuk diperhatikan karena dapat membahayakan keselamatan penumpang. Oleh karena itu, dia menyampaikan kepada manajemen pelabuhan agar tidak memaksakan keberangkatan kapal saat cuaca buruk.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut kendala yang masih dihadapi masyarakat di Madura yaitu ombak besar. Untuk itu, menurutnya, perlu ada kapal pemecah gelombang yang dapat melayani penumpang saat ombak tinggi.

“Jikalau nanti ada exercise dari Kementerian Perhubungan sudah selesai, tentu kami berharap bahwa pada saat ombak itu tinggi beberapa kapal tertentu yang punya alat pemecah ombak tetap bisa berlayar. Dengan catatan bahwa ada kedalaman tertentu di tempat [dermaga] mereka bersandar di pulau-pulau itu,” ujar Khofifah.

Oleh karena itu, Khofifah berharap akan ada kerja sama pembiayaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan keinginan adanya kapal pemecah ombak.

(Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementerian perhubungan, Budi Karya Sumadi

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top