Salatiga Siapkan Antisipasi Hadapi Kepadatan Lalu Lintas Saat Lebaran

Pemerintah Daerah Kota Salatiga menyiapkan berbagai langkah hadapi kepadatan di wilayahnya akibat arus mudik Lebaran 2019.
Salatiga Siapkan Antisipasi Hadapi Kepadatan Lalu Lintas Saat Lebaran Rinaldi Mohammad Azka | 27 Mei 2019 09:43 WIB
Salatiga Siapkan Antisipasi Hadapi Kepadatan Lalu Lintas Saat Lebaran
Ilustrasi - Antrean panjang kendaraan mobil arus balik melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Daerah Kota Salatiga menyiapkan berbagai langkah hadapi kepadatan di wilayahnya akibat arus mudik Lebaran 2019.


Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga Sidqon Effendi menyatakan, setidaknya ada lima tantangan lalu lintas di Salatiga khususnya di Exit Tol Tingkir.


Pertama, ruas Jalan Tingkir Barukan yang sempit. kedua, banyaknya akses pergerakan masyarakat lokal. Ketiga, arus lalu lintas dari exit tol menuju beberapa kota yaitu Salatiga, Magelang, Ambarawa, Yogyakarta, dan Temanggung.


Keempat, arus lalu lintas dari Jalur Lingkar Selatan, arah kota, dan Boyolali yang menuju tol dan ke Gemolong dan kelima sirkulasi lalu lintas bus dan kendaraan pengantar dan penjemput yang keluar masuk terminal.


“Dari exit tol ke Terminal Tingkir ini kurang lebih 1-2 km sehingga kepadatan kendaraan akan sangat terpengaruh karena menyambung sampai simpang terminal. Selain itu, ada beberapa permasalahan dari segi angkutan yaitu kapasitas Terminal Tingkir yang terbatas sehingga kurang mampu menampung bus saat arus balik,” kata Sidqon dalam keterangan, Minggu (26/5/2019).


Oleh karena itu, Dishub Salatiga beserta Polres Salatiga akan menerapkan pembatasan akses sepanjang ruas jalan Tingkir Barukan (Terminal-Exit Tol) serta penerapan kondisi satu arah pada situasi tertentu.


Demikian pula halnya dengan di Boyolali juga akan menerapkan pembatasan akses jalan situasional, terlebih kondisi jalan begitu keluar tol lebih sempit dengan lebar berkisar 6 meter.


Sementara itu, Kasatlantas Salatiga AKP Marlin S.P. menyebutkan bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah jalur rawan kecelakaan, kemacetan di pusat-pusat kegiatan publik serta simpang dengan volume kendaraan yang lebih banyak, efektifitas penanganan antrian, serta optimalisasi jalur alternatif.


“Kami juga telah menyiapkan 4 pos pantau di sepanjang jalan utama, dan 1 pos lagi di depan terminal. Masyarakat juga akan kami beri imbauan bahwa jalan-jalan yang kecil ini ada beberapa yang harus kita tutup," terangnya.


Dia menjelaskan sebelum operasi Ketupat dimulai, dibantu Dinas Perhubungan akan dipasang semua rambu dan petunjuk arah agar masyarakat tahu sepanjang jalan Salatiga ini terjadi kepadatan dan mereka akan dialihkan ke jalan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
salatiga, mudik lebaran 2019

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top