Lahan Kian Sulit, Pengembang Terpaksa Mencicil

Kini pembebasan lahan semakin sulit, dan ketika bisa, tidak bisa mendapatkan yang sekaligus besar. Sulitnya melakukan pembebasan lahan karena harga yang tak kunjung disepakati.
Mutiara Nabila | 27 Mei 2019 12:40 WIB
lahan properti - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pembebasan lahan kian tahun kian sulit beberapa penyebabnya di antaranya karena sulitnya menyepakati harga lahan dan izin lokasi yang didapat dari lingkungan sekitar lahan. Hal ini membuat pengembang harus semakin berhati-hati dalam merencanakan pengembangan, agar tetap kredibel di mata konsumen.

Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) Hermawan Wijaya mengatakan, BSDE menjadi salah satu pengembang yang kesulitan untuk melakukan pembebasan lahan, bahkan di kawasan miliknya sendiri di BSD.

“Tahun ini targetnya pembebasan lahan kita sekitar Rp1 triliun, atau sepertiganya dulu masih di dalam kawasan [BSD] karena kami hanya bisa membebaskan lahan yang sudah punya izin, kalau ada izin lokasi di BSD kita bebasin, kalau ada di Kota Wisata kita bebasin juga. Jadi cuma melebarkan, tidak bangun proyek baru,” katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Menurutnya, kini pembebasan lahan semakin sulit, dan ketika bisa, tidak bisa mendapatkan yang sekaligus besar. Sulitnya melakukan pembebasan lahan dinilainya karena harga yang tak kunjung disepakati.

“Jadi kami strateginya bebasin kecil-kecil, satu per satu, 100 meter, 200 meter, syukur-syukur 1.000 meter, ya dikumpulin saja satu-satu,” sambungnya.

Saat ini, BSDE memiliki landbank mencapai 2.400-an hektare dan akan berfokus pada pengembangan di kawasan BSD saja. Hermawan menyebutkan belum berminat untuk mengembangkan di lokasi lain di luar BSD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembebasan lahan, lahan properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top