Setelah Apartemen Kampus, Adhi Persada Garap Hunian Bersubsidi

Apartemen Mardhika Park merupakan kawasan yang dikembangan oleh APP di lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare, yang pada pengembangan pertama saat ini terdiri dari 3 tower.
Setelah Apartemen Kampus, Adhi Persada Garap Hunian Bersubsidi Mutiara Nabila | 20 Mei 2019 18:06 WIB
Setelah Apartemen Kampus, Adhi Persada Garap Hunian Bersubsidi
Pengerjaan proyek apartemen. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah pusat pada 2019 ini menargetkan untuk membangun rumah sebanyak 1,25 juta unit, naik dari target tahun 2018 yang sebanyak 1 juta unit. Angka kenaikan itu terbilang wajar, dikarenakan kebutuhan hunian masyarakat yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Keterlibatan pengembang swasta serta lembaga pembiayaan, akan menjadi penting dalam merealisasikan program yang diharapkan memecah backlog kebutuhan hunian masyarakat ini.

Salah satu program yang berjalan adalah program perumahan bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang kepemilikannya dibiayai dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Program itu, menawarkan skema pembelian hunian dengan suku bunga tetap (fixed rate) sebesar 5 persen dengan tenor sampai 20 tahun. Adapun batas kreditnya adalah Rp350 juta dengan uang muka 1 persen.

Skema FLPP tersebut mendapatkan respons beragam dari pengembang. Salah satu pengembang yang turut membangun hunian dengan skema FLPP adalah PT Adhi Persada Properti (APP). Anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang selama ini dikenal sebagai pengembang Apartemen Kampus, kini juga turut mengembangkan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti Pulung Prahasto mengatakan bahwa FLPP merupakan salah satu solusi bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah untuk dapat memiliki hunian.

“APP sebagai developer yang notabene adalah anak usaha BUMN, apa yang kami lakukan ini adalah perwujudan BUMN Hadir untuk Negeri, dimana kami hadir untuk membangun hunian bagi masyarakat,” ungkap Pulung, dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (20/5/2019).

Pulung menambahkan, proyek yang saat ini dikembangkan dan dipasarkan dengan menggunakan fasilitas FLPP adalah Apartemen Mardhika Park, yang berlokasi di Tambun, Bekasi.

“Hunian ini memang kami kembangkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, serta para pekerja yang bekerja di kawasan industri di sekitar Tambun.  Total unit yang kami pasarkan melalui FLPP mencapai 795 unit, dengan kisaran harga Rp200 juta,” sambungnya.

Apartemen Mardhika Park merupakan kawasan yang dikembangan oleh APP dilahan seluas kurang lebih 1,5 hektare, yang pada pengembangan pertama saat ini terdiri dari 3 tower. Untuk tower I, total unit yang tersedia mencapai 388 Unit, untuk Tower II mencapai 417 unit, dan tower 3 mencapai 414 Unit.

Dari Total unit yang tersedia, sebanyak 40 persen di antaranya dipasarkan dengan skema FLPP. Sejak dilakukan groundbreaking di bulan Maret Tahun 2017, kini pekerjaan konstruksi mencapai 73,71 persen, diperkirakan 3 tower yang direncanakan akan selesai pembangunannya pada bulan September 2019, dan mulai serah terima bulan Agustus 2019.

Kiswo Joedi, Project Director Mardhika Park mengatakan bahwa sampai saat ini, dari total unit yang ada, telah terjual sebanyak 749 unit, dan 490 unit diantaranya menggunakan skema FLPP, 160 telah lolos di PUPR, dan 156 unit telah diverifikasi pihak bank. Untuk mendukung program ini, APP telah bekerjasama dengan beberapa perbankan nasional.

Dengan dikembangkannya Mardhika Park yang menyasar market masyarakat berpenghasilan rendah ini, akan menambah portfolio proyek yang selama ini telah dikembangkan APP. Sebelumnya, APP telah sukses di beberapa project baik itu Apartemen Mahasiswa, Kawasan Mixed Used, Apartemen High End / Premium, Hunian Tapak, serta kawasan Komersial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit apartemen, adhi persada properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top