Kementan Klaim Fluktuasi Harga Bawang Putih Terkendali

Kementerian Pertanian mengklaim fluktuasi harga bawang putih pada tahun ini masih cukup terkendali.
Pandu Gumilar | 15 Mei 2019 09:12 WIB
Pedagang menata bawang putih impor di pasar kota, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian mengklaim fluktuasi harga bawang putih pada tahun ini masih cukup terkendali.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi memastikan bahwa harga bahan pangan selama Ramadan ini bisa dijaga oleh pemerintah, tanpa ada sedikitpun gejolak harga yang berarti.

Dalam paparannya, Agung menjabarkan, ketersediaan stok bawang putih nasional selama Januari—Mei surplus. Dari kebutuhan sebesar 240.000 ton, ketersediaam dalam negeri mencapai 270.000 ton. Ketika ditanya perihal mengapa terjadi gejolak harga, menurutnya, hal itu adalah faktor distribusi dan halangan cuaca.

Namun, Badan Pusat Statistik mencatat impor bawang pada kuartal I/2019 sebesar 1.300 ton jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kuartal I/2018 sebesar 23.000 ton. Menanggapi fakta ini, Agung berkelit dengan mengatakan bahwa pihaknya sedang konsolidasi data antarkementerian dan lembaga terkait.

Agung menekankan, Indonesia dapat lepas dari jebakan impor bawang putih alias swasembada pada 2021. Menurutnya, hal itu mungkin saja terjadi sebab importir diwajibkan tanam untuk mendapatkan rekomendasi impor oleh Kementerian Pertanian.

“Kami bisa swasembada [bawang] pada 2021 dengan mekanisme wajib tanam. Untuk mencapainya luas tanam minimal 60.000 hektare dengan produktivitas 10 ton. Sekarang baru 20.000 hektare. Hasil produksi pun masih digunakan untuk benih seluruhnya,” katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hortikultura, Bawang Putih

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup