AirNav Prediksi Pergerakan Pesawat Tumbuh 5% Selama Lebaran

Berdasarkan data AirNav, pergerakan pesawat pada masa Angkutan Lebaran 2018 mencapai 87.618 atau meningkat hingga 5,30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  16:35 WIB
AirNav Prediksi Pergerakan Pesawat Tumbuh 5% Selama Lebaran
Ilustrasi - Petugas memantau dan mengatur pergerakan pesawat udara di menara Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (8/10/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) atau AirNav Indonesia optimistis pertumbuhan pergerakan pesawat selama masa Angkutan Lebaran tahun ini bisa mencapai 5%.


Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan, hingga 14 Mei 2019, total permintaan penerbangan tambahan (extra flight) mencapai 1.336 slot untuk rute domestik dari enam maskapai. Adapun, rute internasional terdapat 44 slot penerbangan tambahan dari tiga maskapai.


"Prediksi kami tetap optimistis akan ada growth sekitar 5%. Setiap tahun selalu tumbuh 5%--6%," kata Novie, Selasa (14/5/2019) malam.


Berdasarkan data AirNav, pergerakan pesawat pada masa Angkutan Lebaran 2018 mencapai 87.618 atau meningkat hingga 5,30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Realisasi masa Angkutan Lebaran 2017 hanya 83.206 pergerakan.


Sementara itu, realisasi penerbangan tambahan pada masa Angkutan Lebaran 2018 mencapai 3.106 slot. Jumlah tersebut meningkat 4,58% dibandingkan dengan realisasi masa Angkutan Lebaran 2017 yakni 2.970 slot.


Dia menambahkan jumlah pengajuan penerbangan tambahan masih bisa bertambah hingga pelaksanaannya pada 28 Mei 2019. Maskapai yang telah mengajukan flight plan dan mendapatkan flight approval dari regulator akan langsung dilayani oleh AirNav. 


Potensi penambahan tersebut, lanjutnya, akan berasal dari sejumlah bandara yang baru beroperasi, salah satunya adalah Bandara Internasional Yogyakarta. Slot yang tersedia di bandara yang berlokasi di Kulon Progo tersebut akan diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan dari dan menuju Yogyakarta.


Novie menuturkan, pergerakan pesawat pada kota tersebut sangat padat. Adapun, kapasitas maksimal landas pacu Bandara Internasional Yogyakarta adalah mampu melayani hingga 26 pergerakan pesawat per jam.


Kendati demikian, pihaknya menilai akan terjadi pergeseran moda transportasi pemudik ke jalur darat mengingat telah beroperasinya Tol Trans Jawa. Perjalanan intra Jawa via jalur darat menjadi semakin cepat dan lancar.


Dia tidak bisa memastikan apakah tingginya harga tiket pesawat ikut mendorong pergeseran moda transportasi, sehingga mempengaruhi jumlah pergerakan pesawat.


"Kita lihat faktanya saja. Semoga sektor penerbangan bisa memberikan layanan yang baik kepada masyarakat, bisa lancar, selamat, dan aman," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pesawat, Mudik Lebaran, AirNav, bandara yogyakarta

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top