2019, Intiland Jaga Kinerja Tetap Kondusif

Tahun lalu, Intiland berhasil membukukan pendapatan usaha senilai Rp2,6 triliun, naik 16 persen dari tahun sebelumnya yanh hanya mencapai Rp2,2 triliun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  18:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar properti awal tahun ini lesu lantaran dilanda berbagai sentimen, mulai dari pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga periode pemilihan umum. Pengembang PT Intiland Development Tbk berjuang tetap menjaga kinerjanya tetap baik.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan bahwa saat ini, tingkat permintaan pasar terhadap.produk properti relatif tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan.

"Kondisi sektor properti masih cukup berat dan belum kembali kondusif. Tapi, kami percaya peluang tetap ada dengan fokus pada segmen-segmen pemgembangan yang memberi ruang untuk menciptakan pertumbuhan usaha," ungkap Archied usai menggelar RUPST di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Tahun lalu, Intiland berhasil membukukan pendapatan usaha senilai Rp2,6 triliun, naik 16 persen dari tahun sebelumnya yanh hanya mencapai Rp2,2 triliun.

Sedangkan, laba usaha dan laba bersih tercatat mencapai Rp326 miliar dan Rp203 miliar, atau masing-masing bertumbuh 5,2 persen dan 31,6 persen.

Menghadapi pasar properti yang menurun, salah satu fokus utama Intiland adalah dengan terus berupaya mencari terobosan untuk menjaga kinerja penjualan. Intiland telah menyiapkan sejumlah strategi kunci agar bisa mengantisipasi tantangan dan arah perubahan pasar properti.

Salah satu upayanya adalah dengan berfokus menjual proyek yang sudah ada dan sedang berjalan. Perseroan beruoaya meningkatkan penjualan inventori atau stok unit produk di semua proyek pengembangan.

"Penjualan pada tiga bulan pertama tahun ini masih cukul berat, kami belum merasa ada tren perubahan minat beli konsumen dan investor," ungkap Archied.

Selain itu, kenaikan harga juga memberatkan kendati masih minim. Archied menyebut, awal tahun ini harga properti di Intiland hanya naik sekitar 5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
intiland

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top