Properti Berpotensi Jadi Motor Pertumbuhan

Struktur perekonomian Indonesia yang masih banyak menggantungkan kepada komoditas dinilai riskan dan berisiko bagi stabilitas perekonomian ke depan.
Edi Suwiknyo | 13 Mei 2019 09:57 WIB
Deretan hunian berdiri di perumahan di kawasan Nanjung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Struktur perekonomian Indonesia yang masih banyak menggantungkan kepada komoditas dinilai riskan dan berisiko bagi stabilitas perekonomian ke depan.

Namun demikian, upaya untuk membangun industri manufaktur juga masih membutuhkan waktu, setidaknya diperlukan blue print yang jelas soal pengembangan sektor ini.
Presiden Direktur Maybank Kim Eng Sekuritas Wilianto Le menjelaskan bahwa salah satu sektor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi secara cepat adalah sektor properti.
"Sektor ini risikonya enggak tinggi, selama bukan properti yang untuk investasi tapi untuk tempat tinggal ya," kata Wilianto dikutip Bisnis, Senin (13/5/2019).
Wilianto menjelaskan, selama ada kecenderungan untuk melihat kinerja sektor properti umumnya orang fokus ke listed companny. Padahal, perusahaan-perusahaan ini umumnya bermain ke sektor menengah ke atas. 
"Yang di bawah, banyak sebenarnya. Mereka jual di bawah Rp700 juta atau Rp500 juta, wah laku kayak kacang goreng," ungkapnya.
Dengan potensi yang masih cukup besar, Wilianto menganggap pemerintah perlu tanggap soal kondisi itu. Apalagi, jika tergarap dengan baik, sektor-sektor ini bisa menjadi motor pertumbuhan yang lebih baik.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup