Waduk di Pulau Karas, Batam Tunggu Persetujuan Pemerintah

Bila pemerintah pusat setuju dengan pembangunan waduk di Pulau Karas, Pemkot Batam yang akan membangun instalasi pengelolaan air dan sarana pendukung lainnya.
Newswire | 15 Mei 2019 12:48 WIB
ilustrasi:. - JIBI/Zufrizal

Bisnis.com, BATAM--Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mengharapkan pemerintah pusat membangun waduk di Pulau Karas, Kecamatan Galang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air karena mereka hingga kini masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, menyatakan rencana pembangunan waduk sudah diajukan dalam APBN 2019 dan hingga saat ini masih menunggu persetujuan.

"Pembangunan waduk di Pulau Karas sudah masuk dalam daftar perencanaan kegiatan di APBN. Tapi masih dalam pembahasan lagi," kata dia, Rabu (15/5/2019).

Pembangunan waduk, kata dia, rencananya dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV. Bila pemerintah pusat setuju dengan pembangunan waduk di Pulau Karas, Pemkot Batam yang akan membangun instalasi pengelolaan air (IPA) dan sarana pendukung lainnya.

"Kalau jadi bangun waduk, pemkot yang bangun IPA, jaringan pipa, dan SR-nya (sambungan rumah)," kata dia.

Dalam safari Ramadan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Pulau Karas beberapa waktu lalu, masyarakat menyampaikan permintaan untuk dibangun jaringan air bersih di daerah itu.

Seorang tokoh masyarakat Pulau Karas, Dedi, menyatakan Pemkot Batam telah melakukan banyak pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pulau penyangga itu. Namun, kata dia, masyarakat masih membutuhkan sarana lain, seperti sumber air bersih yang diharapkan dibangun pada 2020.

"Bantuan berupa pelebaran jalan, semenisasi jalan, dan insyaallah tahun depan kita akan dibangunkan sumber air bersih di Kampung Darat untuk seluruh masyarakat Pulau Karas," kata dia.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waduk, kota batam

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup