Kimia Farma Yakin Holding Farmasi Akan Dongkrak Pangsa Pasar

Manajemen PT Kimia Farma (Persero) Tbk meyakini dengan bergabungnya perseroan di Holding BUMN Farmasi akan dapat mendongkrak pangsa pasar perusahaan pelat merah dalam industri tersebut.
Fatkhul Maskur | 08 Mei 2019 10:15 WIB
Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Honesty Basyir (kedua kanan) didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan usai RUPST, di Jakarta, Selasa (7/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen PT Kimia Farma (Persero) Tbk meyakini dengan bergabungnya perseroan di Holding BUMN Farmasi akan dapat mendongkrak pangsa pasar perusahaan pelat merah dalam industri tersebut.

Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir memproyeksikan pihaknya akan memimpin dua BUMN lainnya dalam induk perusahaan tersebut dari segi pangsa pasar (market share).

"Kami berharap kalau holding ini terbentuk, setidak-tidaknya dari sisi market share kami nomor satu. Kami perbaiki dengan sinergi dan efisiensi sehingga BUMN Holding Farmasi ini bisa nomor satu secara market share di industri farmasi Indonesia," katanya di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Holding BUMN Farmasi akan dipimpin oleh PT Bio Farma (Persero) dengan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk sebagai anggotanya, ditambah PT Phapros yang baru saja diakuisisi Kimia Farma.

Menurut Honesti, Kimia Farma memiliki lini bisnis yang kuat mulai dari produksi hingga distribusi sehingga disebutnya paling siap dalam pembentukan induk perusahaan.

Perseroan juga mengklaim berada di posisi keempat dalam industri farmasi Indonesia dengan pangsa pasar tertinggi. Ditambah lagi dengan akuisisi Phapros pada Maret lalu yang diyakini akan meningkatkan pangsa pasar perseroan.

Namun, sebagai perusahaan publik, posisi Kimia Farma dinilai akan sulit sehingga pemerintah memutuskan untuk menjadikan Bio Farma yang 100% dimiliki pemerintah sebagai induk holding.

"Sekarang yang paling bagus market share kan, Kimia Farma, kami nomor empat sekarang. Bio Farma susah, karena dia monopoli vaksin saja. Sementara Indofarma jauh di bawah," katanya.

Honesti menambahkan, proses kajian untuk pembentukan induk perusahaan farmasi telah rampung. Saat ini proses yang berlangsung adalah penyusunan pengurusan peraturan pemerintah (PP) mengenai induk perusahaan farmasi.

"Bolanya ada di pemerintah untuk pengeluaran PP. Semester I-2019 bisa dibentuk holding-nya, kemungkinan Juni," pungkasnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
holding farmasi, kimia farma

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup