Jalan Lintas Nasional di Pidie Terputus Akibat Banjir

Hingga Kamis sore dilaporkan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa, dan menggenangi pemukiman penduduk di Tangse.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 April 2019  |  07:55 WIB
Jalan Lintas Nasional di Pidie Terputus Akibat Banjir
Ilustrasi banjir - Antara

Bisnis.com, BANDA ACEH--Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut, jalan lintas nasional Tangse-Bereunuen terputus tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor untuk sementara waktu, karena meluapnya sungai setempat di Kabupaten Pidie, Aceh.

"Putusnya jalan lintas terjadi di Gampong (desa) Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Pidie. Sementara banjir terjadi mulai siang tadi sekitar pukul 13.30 WIB," ujar Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Kamis (25/4/2019).

Dia mengatakan, penyebab banjir ini akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur sebagian wilayah berjarak sekitar 170 kilometer dari Banda Aceh ke arah Medan, Sumatera Utara hingga malam hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan, hingga Kamis sore dilaporkan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa, dan menggenangi pemukiman penduduk di Tangse. "Hingga kini, belum dilaporkan ada korban terdampak banjir maupun mengungsi. Tim BPBD Pidie, terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan," katanya.

Kondisi terakhir dilaporkan, air sudah mulai surut. "Namun warga tetap waspada, karena cuaca diperkirakan masih akan turun hujan," kata warga Pulo Senong, Tangse, Bukhari.

Sebagian warga terutama yang rumahnya terendam banjir, ia melanjutkan, kini kembali dan membersihkan rumah-rumah mereka pascabanjir yang melanda kawasan Tangse.

Seperti diketahui, Kecamatan Tangse, Pidie, merupakan salah satu daerah pertanian produktif karena tanahnya cukup subur dengan komoditas andalan tanaman padi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena pusaran Eddy telah mengakibatkan peristiwa hujan, dan gelombang laut mencapai tiga meter lebih di wilayah perairan Aceh.

"Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, bukan akibat kemarau basah. Tapi fenomena Eddy," jelas Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Blang Bintang Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Kamis.

Ia memprakirakan, fenomena cuaca berupa pusaran angin tertutup ini terjadi meliputi wilayah barat dan selatan, hingga Aceh Besar, Banda Aceh, Pidie, dan Pidie Jaya yang berpotensi hujan hingga tiga hari ke depan.

Analisis pihaknya menyebut, pusaran Eddy ini terpusat di Samudera Hindia. Tepatnya di sebelah tenggara Aceh, sehingga membentuk konvergen dengan pergerakan angin ke provinsi ini mengakibatkan terkumpul massa udara yang menjadi awan tebal dan berpotensi hujan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan rusak, jalan amblas

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top