Konsorsium PT PP dan Wijaya Karya Menangi Proyek Tol Semarang-Demak

Konsorsium PT PP dan Wijaya Karya keluar sebagai pemenang tender proyek tol Semarang-Demak mengalahkan konsorsium PT Jasa Marga, Waskita Toll Road, Adhi Karya, Brantas Abipraya.
Krizia Putri Kinanti | 18 April 2019 06:47 WIB
Ilustrasi: Tol Semarang/Batang, Trans Jawa

Bisnis.com, JAKARTA-– Konsorsium PT PP dan Wijaya Karya keluar sebagai pemenang tender proyek tol Semarang-Demak mengalahkan konsorsium PT Jasa Marga, Waskita Toll Road, Adhi Karya, Brantas Abipraya, meski begitu Kementerian PUPR belum mengumumkan secara resmi pemenangnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan bahwa untuk progres jalan tol Semarang-Demak pemenang tender akan diumumkan akhir April 2019.

"Semarang - Demak sudah tender, sudah ada pembukaan beberapa sampul, harapannya akhir April untuk diumumkan jadi mungkin kita laporan dulu ke Pak Menteri,"ujarnya menjawab pertanyaan Bisnis, pekan lalu.

Menurut Danang, langkah selanjutnya setelah penetapan pemenang adalah persiapan berita acara dan dokumen lain yang akan memakan waktu 2 bulan, setelah itu akan dilakukan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). "Makanya setelah Juni baru PPJT," tuturnya.

Direktur Keuangan PT PP Tbk., Agus Purbianto belum memastikan kemenangan konsorosium PT PP - Wijaya Karya - Misi Mulia Metrical dalam tender pengusahaan jalan tol Semarang - Demak. "Pengumuman belum, tapi kami optimis kompetitif," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (16/4/2019).

Di konsorsium, partisipasi PT PP akan mayoritas. Pasalnya, Agus menyebut sekitar 70 persen kepemilikan saham badan usaha pelaksana yang akan dibentuk bakal digenggam PTPP.

Secara umum, PT PP mengalokasikan belanja modal sebanyak Rp800 miliar sepanjang 2019. Agus sebelumnya mengatakan belanja modal yang disiapkan merupakan tahap awal guna memenuhi porsi ekuitas pada badan usaha jalan tol (BUJT).

Dalam catatan Bisnis, PT PP bersama Grup Alam Sutera saat ini sudah mengantongi izin prakarsa pengusahaan tol Semanan - Balaraja sejauh 31,9 kilometer. PT PP juga mengajukan prakarsa pengusahaan ruas Cikarang- Ciranjang sepanjang 52,3 kilometer.

Secara umum, PT PP memiliki tujuh portofolio di bisnis jalan tol dengan partisipasi 12,5 persen hingga 35 persen. Ketujuh ruas itu yang sebagian sahamnya dimiliki PTPP yaitu Depok - Antasari, Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi, Balikpapan - Samarinda, dan Pandaan - Malang. Selanjutnya Manado - Bitung, Cileunyi - Sumedang - Dawuan, dan Serang - Panimbang.

Namun, berbeda dengan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto, pihaknya menuturkan bahwa pihak yang terkait sudah memutuskan pemenang dari tender, Adhi Karya tidak memenangi proyek ini.

"Sudah ditenderkan, sudah diputuskan pemenangnya PP dan Wika," ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya tersisa 2 konsorsium lokal yakni konsorsium Jasa Marga, Waskita Toll Road, Adhi Karya, Brantas Abipraya dan konsorsium PTPP, Wijaya Karya.

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak sepanjang 27 Km bisa mulai dikerjakan konstruksinya pada tahun 2019. Keberadaan jalan tol ini diharapkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan menambah kapasitas jaringan jalan yang sudah ada untuk melayani kawasan utara Jawa.

Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp 15,3 Triliun ini ditargetkan akan berlangsung selama 2 tahun. Pembangunan jalan tol Semarang-Demak membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol semarang-demak

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup