ESDM Bakal Lipat Duakan Pemasangan Lampu Tenaga Surya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana meningkatkan jumlah pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi pada 2019 sebanyak dua kali lipat dari target semula.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 18 April 2019  |  17:46 WIB
ESDM Bakal Lipat Duakan Pemasangan Lampu Tenaga Surya
ESDM pasang Lampu Tenaga Surya Hemat Energi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana meningkatkan jumlah pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi pada 2019 sebanyak dua kali lipat dari target semula.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Sutijastoto mengatakan selama 2016-2018 program pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) telah dilakukan pada 350.000 rumah tangga yang berada di daerah terpencil. Pada 2019, target pemasangan LTSHE ada sebanyak 100.000 unit.

Apabila memungkinkan, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2019, akan ditambah sebanyak 100.000 unit lagi pemasangan LTSHE pada 2019 atau meningkat dua kali lipat dari target sebelumnya.

Satu unit LTSHE bernilai Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Artinya dengan pemasangan hingga 200.000 unit pada tahun ini dibutuhkan Rp600 juta. “Kita sedang upayakan tambah 100.000 unit lagi supaya meningkatkan elektrifikasi,” katanya kepada Bisnis, Kamis (18/4/2019).

Hingga saat ini, rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 98,3%.

Selain mengupayakan LTSHE, pihaknya juga mendorong realisasi pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) yang pada 2019 ditarget bertambah 21.000 titik untuk menerangi jalan sepanjang 1.000 km.

Adapun dalam kurun waktu tiga tahun yakni 2016-2018, PJU-TS telah dibangun di 30.000 titik yang menerangi jalan sepanjang 1.500 km pada 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang dibiayai oleh APBN Kementerian ESDM.

Khusus pada 2018, Kementerian ESDM melaksanakan pemasangan PJU-TS di 26 Provinsi dan 167 Kabupaten/Kota dengan jumlah PJU-TS sebanyak 21.839 titik.

“Dari pada nunggu PLN lama, apalagi daerah timur rumahnya jarang-jarang karena bangun pembangkit itu mahal, jadi kita pakai tenaga surya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga surya

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top