Pelanggan Premium PLN Jakarta Raya Naik 1300 persen

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Induk Unit Distribusi Jakarta Raya kini memilki 560 pelanggan premium yang sebanyak 60% didominasi pelanggan bisnis.
Ni Putu Eka Wiratmini | 15 April 2019 17:16 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Induk Unit Distribusi Jakarta Raya kini memilki 560 pelanggan premium yang sebanyak 60% didominasi pelanggan bisnis.

General Manager PLN Induk Unit Distribusi Jakarta Raya Ihsan Ashar mengatakan layanan premium telah dihadirkan sejak 2017. Pada Maret 2018, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Induk Unit Distribusi Jakarta Raya baru memilki 40 pelanggan premium. Jumlah ini kemudian meningkat tajam pada 2019, dengan jumlah 560 premium hingga pertengahan April 2019.

Sebanyak 60% pelanggan premium di Jakarta Raya didominasi oleh pelanggan bisnis, sisanya yakni 25% pelanggan industri dan pemerintahan serta 15% merupakan pelanggan rumah tangga menengah ke atas.

"Dengan menjadi pelanggan premium, kita menawarkan sistem yang paling kuat tentunya dengan tarif lebih tinggi yakni lebih mahal Rp130 per kilowatt hour (kWH)," katanya kepada Bisnis, Senin (15/4/2019).

Pelanggan premium terbaru adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) dengan dilayani subsistem Gandul - Muara Karang dan subsistem Bekasi Priuk. Sebelumnya, Kantor KPU hanya dilayani listrik dari dua feeder atau penyulang.

Selain dilayani dua subsistem, Kantor KPU juga dilengkapi Uninterupted Power Supply (UPS) untuk menjamin keandalan pasokan listrik tanpa kedip terutama selama Pemilu 2019.

Layanan tersebut memastikan kebutuhan listrik KPU yang sebanyak 400 KVA akan terpenuhi. Bahkan, ditambah dengan UPS yang memasok listrik 500 KVA.

"KPU itu setiap lima tahun kan padat sekali [mengurus pemilu], maka kita gencar menawarkanlayanan ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top