Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sejumlah Investor Dikabarkan Tertarik Danai Pembangkit Listrik Energi Bersih

PT PLN (Persero) mengatakan sejumlah investor tertarik mendanai 8 dari 23 proyek pembangkit listrik energi bersih masih terkendala masalah pembiayaan sejak 2017. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 16 April 2019  |  15:37 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Ilustrasi. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) mengatakan sejumlah investor tertarik mendanai 8 dari 23 proyek pembangkit listrik energi bersih masih terkendala masalah pembiayaan sejak 2017. 

Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan delapan proyek pembangkit energi bersih tersebut menggunakan tenaga mikrohidro. Walaupun ada investor yang menyatakan tertarik tetapi kepastian kosntruksi proyek pembangkit tersebut masih tanda tanya.

Pasalnya, delapan proyek tersebut masih memiliki beberapa kendala lain yang harus diselasaikan. Tiga proyek diantaranya terkendala masalah bisnis sedangkan lima proyek sisanya terkendala masalah hukum yakni pada dokumen kontrak.

“Persoalan bukan masalah harga tapi masalah hukum yakni dokumen kontrak, ini urusannya dengan Kementerian karena kami PLN kan sebagai pembeli saja,” katanya kepada Bisnis, Selasa (16/4/2019).

Dia optimistis masalah tersebut akan segera selesai dan proyek bisa maju ke tahap konstruksi.

Apalagi sebelum tersisa 23 PPA yang belum menyelesaikan pembiayaan, jumlahnya lebih banyak yakni sebanyak 39 PPA.

Namun dalam waktu 6 bulan, sebanyak 16 PPA telah menemukan investor dan mampu menyelesaikan pembiayaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi listrik
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top