Proyek Baru Dongkrak Penjualan Rumah di Singapura

Penjualan rumah tinggal di Singapura menanjak pada Maret karena terdapat sejumlah pengembang yang mulai memasarkan proyeknya setelah penjualannya melambat pada Februari, ketika ada libur Imlek.
Mutiara Nabila | 15 April 2019 14:58 WIB
Deretan properti mewah di Singapura - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan rumah tinggal di Singapura menanjak pada Maret karena terdapat sejumlah pengembang yang mulai memasarkan proyeknya setelah penjualannya melambat pada Februari, ketika ada libur Imlek.

Para pengembang di Singapura menjual 1.054 unit rumah pada Maret, dua kali lipat dari jumlah penjualan pada Februari yang hanya mencapai 455 unit.

Urban Redevelopment Authority (URA) di Singapura menyebutkan, kenaikan penjualan salah satunya dipicu oleh harga rumah yang sempat turun dalam dua kuartal beruntun hingga akhir Maret setelah pemerintah Negeri Singa menambah jangka waktu pelonggaran aturan properti sejak Juli 2018.

Sentimen membaik paling banyak di sektor rumah mewah dengan kenaikan penjualan paling signifikan dibandingkan dengan sektor lainnya. Broker properti Orange Tee &Tie Pte mengatakan, pada Maret terdapat 25 hunian baru yang terjual dengan harga di atas 5 juta dolar Singapura atau setara dengan Rp52 miliar, jumlah tersebut terbanyak sejak Desember 2013.

10 dari 25 hunian tersebut berupa apartemen, dibeli oleh orang Singapura, sedangkan 15 lainnya dibeli oleh orang asing. URA menyebutkan, orang asing diperbolehkan membeli hunian tapak di Singapura, kecuali yang berada di kawasan Pulau Sentosa.

Kemudian, harga tertinggi yang ditawarkan adalah sebuah penthouse di Boulevard 88, dekat dengan pusat perbelanjaan Orchard Road, yang bernilai 28 juta dolar Singapura atau sekitar Rp291,22 miliar, tertinggi sejak Juni 2013.

“Setelah dikenakan pelongggaran aturan properti delapan bulan lalu, pembeli dan investor mulai merasa lebih percaya diri, jadi pengembang makin sensitif kalau memberi harga,” kata Ismail Gafoor, kepala eksekutif PropNex Realty, dikutip dari Bloomberg, Senin (15/4/2019).

Sebagai informasi, tambahan pasok apartemen di Singapura untuk dijual pada Maret lalu mencapai 1.812 unit, lebih banyak daripada Februari yang hanya terjual 596 unit. Adapun, pada kuartal I/2019, jumlah unit terjual mencapai 1.946, 23 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti singapura

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top