KABAR GLOBAL 9 APRIL: Membaca Haluan David Malpass, Bursa Saham Asia Bergairah

Berita perihal Presiden baru Bank Dunia David Malpass dan efek stimulus China bagi pasar saham Asia menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Selasa (9/4/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 April 2019  |  09:23 WIB
KABAR GLOBAL 9 APRIL: Membaca Haluan David Malpass, Bursa Saham Asia Bergairah
Presiden Bank Dunia David Malpass - Reuters/Jim Young

Bisnis.com, JAKARTA – Berita perihal Presiden baru Bank Dunia David Malpass dan efek stimulus China bagi pasar saham Asia menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Selasa (9/4/2019).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Membaca Haluan David Malpass. Seorang ekonom yang kerap memberikan kritik terhadap kebijakan Bank Dunia kini justru menempati posisi tertinggi dalam lembaga tersebut. Atas nominasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengusung prinsip ‘American First’, David Malpass kini menjabat sebagai Presiden Bank Dunia. (Bisnis Indonesia)

Nissan Putus Relasi dengan Carlos Ghosn. Nissan Motor Co. secara resmi memutus hubungan kerja yang terjalin selama 2 dekade dengan Carlos Ghosn, atas kesepakatan seluruh pemegang saham perusahaan pascapenangkapannya yang kedua pada pekan lalu. (Bisnis Indonesia)

Bursa Saham Asia Bergairah. Sinyal pemberian stimulus tambahan dari Pemerintah China memberi sentimen positif bagi pasar saham Asia yang menguat tipis ke level tertinggi selama 7 bulan terakhir. (Bisnis Indonesia)

May Temui Merkel dan Macron. Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May akan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada Selasa (9/4) untuk mendiskusikan masalah Brexit. (Investor Daily)

Carlyle Beli 30% Saham Cepsa US$4,8 Miliar. Perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), Carlyle Group LP, akan memborong sekitar 30%-40% saham Cepsa dari Mubadala Investment Company yaitu investor asal Abu Dhabi. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia, bank dunia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top