Groundbreaking Tol NS Link Tunggu Jadwal Jokowi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu kepastian jadwal dari Istana Negara terkait rencana Presiden Joko Widodo memimpin groundbreaking Tol North South (NS) Link.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 08 April 2019  |  12:54 WIB

Bisnis.com,BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu kepastian jadwal dari Istana Negara terkait rencana Presiden Joko Widodo memimpin groundbreaking Tol North South (NS) Link.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan dari laporan Direksi PT Jasa Sarana perkembangan rencana groundbreaking yang saat ini menunggu pengumuman resmi dari pihak Istana Negara.

“Nanti Istana yang akan mengumumkan langsung kapan waktunya, kami di provinsi mempersiapkan,” katanya di Gedung  Sate, Bandung, Senin (8/4/2019).

Menurutnya provinsi terus mempersiapkan regulasi dan kebutuhan-kebutuhan di lapangan bersama pihak PT Citra Marga Lintas Jabar yang akan membangun jalan tol layang sepanjang kurang lebih 14 kilometer tersebut. “Baik itu regulasi dan kewenangan yang sesuai dengan kewenangan provinsi,” ujarnya.

Namun Iwa memastikan kemungkinan groundbreaking akan digelar pada April ini namun mengenai waktu dan tanggalnya, pihaknya tidak berada dalam posisi memutuskan. Awalnya NS Link akan di-grounbreaking pada Minggu Ketiga Maret lalu.“April ini Inshaallah, kepastiannya yang pasti April ini,” katanya.

Keputusan dimulainya proyek menurutnya sudah menjadi kewenangan Pusat mengingat  urusan tol menjadi domain Badan Pengelola Jalan Tol. Persiapan dimulainya proyek fisik sendiri menurut Iwa sudah sangat siap. “Dari berbagai aspek sudah siap, ini mungkin tol yang relatif cepat pelaksanaanya,” paparnya.

Direktur PT Jasa Sarana Diah S Wahyusari  menambahkan pihaknya menaksir biaya konstruksi untuk seksi I Pasir Koja-Leuwi Panjang mencapai Rp1,5 triliun. Menggunakan teknologi elevated atau tol layang di lahan milik Pemprov, Diah memastikan pihaknya tidak banyak mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan. “Kami masih hitung ulang besarannya, perhitungan awal kami sekitar Rp1,5 triliun investasi fisik seksi I,” tuturnya.

NS Link yang direncanakan dari Pasir Koja-Supratman diakui Sari dikehendaki untuk pindah trase ke Cicaheum terkait persoalan tol itu dikhawatirkan akan cagar budaya dan daerah hijau. 

Menurutnya tol yang diprakarsai oleh PT Citra Marga Lintas Jabar yang merupakan konsorsium dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk , PT Wijaya Karya (Persero) Tbk , Dan PT Jasa Sarana akan mengawali groundbreaking di lahan dekat tol Pasir Koja milik PT Jasa Marga. 

“Ini untuk seksi pertama Pasirkoja-Leuwipanjang sejauh 7,4 kilometer, pembangunan tol ini juga sekaligus memastikan komitmen Jasa Sarana mempertahankan kepemilikan saham di CMLJ,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tol Bandung-Tasikmalaya, Tol Bandung

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top