Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penurunan Harga Properti di Australia Meluas

Harga properti Australia kembali mencatatkan penurunan pada sepanjang Maret lantaran pembeli yang dianggap prospektif justru menunda transaksinya sampai usai pemilihan umum dan adanya aturan kredit yang makin ketat membuat pembiayaan perumahan makin sulit.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 01 April 2019  |  11:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga properti Australia kembali mencatatkan penurunan pada sepanjang Maret lantaran pembeli yang dianggap prospektif justru menunda transaksinya sampai usai pemilihan umum dan adanya aturan kredit yang makin ketat membuat pembiayaan perumahan makin sulit.

Berdasarkan data CoreLogic, nilai perumahan gabungan di ibu kota maupun negara bagian turun 0,7% pada Maret, dan mencatatkan penurunan 8,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dua kota terbesar di Australia masih menjadi pemicu utama penurunan harga rumah secara keseluruhan. Harga rumah di Sydney tercatat turun 0,9% bulan lalu, dan turun 13,9% dari puncaknya pada pertengahan 2017 lalu.

Sementara itu, nilai rumah di Melbourne tercatat turun 0,8% menjadi 10,3% di bawah nlai puncaknya. Adapun, secara nasional, laju penurunan harga rumah memang melambat, akan tetapi lokasi penurunan harganya meluas.

Kepala Bidang Riset CoreLogic Tim Lawless mengatakan bahwa harga rumah memang mengalami penurunan hampir di seluruh regional, dan enam dari delapam ibu kota yang ada di seluruh benua Australia pada Maret, hanya Hobart dan Canberra yang tidak mengalami penurunan.

“Pasar perumahan mungkin tetap loyo menjelang pemilu nasional yang diharapkan pada bulan Mei, mengingat oposisi utama Partai Buruh berencana mengubah keringanan pajak untuk investor properti,” kata Lawless seperti dilansir Bloomberg, Senin (1/4).

Menurut Lawless, pasar hunian kelas atas menjadi yang paling terpukul, karena bank akan lebih berhati-hati dalam memberikan kredit dengan tingkat utang tinggi dan tidak adanya lonjakan permintaan dari pembeli rumah pertama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi australia
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top