Pejabat Fed Buka Suara Soal Ekonomi AS

Pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve buka suara soal berkembangnya spekulasi resesi ekonomi. Ekonomi AS ditegaskan masih berada di jalur pertumbuhan yang solid tahun ini terlepas dari gejolak dalam pasar keuangan.
Renat Sofie Andriani | 29 Maret 2019 10:49 WIB
/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve buka suara soal berkembangnya spekulasi resesi ekonomi.

Ekonomi AS ditegaskan masih berada di jalur pertumbuhan yang solid tahun ini terlepas dari gejolak dalam pasar keuangan.

Presiden Federal Reserve Bank New York John Williams, salah satu pembuat kebijakan yang paling dihormati, mengecilkan kekhawatiran risiko resesi yang disinyalkan oleh pasar obligasi akhir-akhir ini.

Menurut Williams, skenario yang paling mungkin untuk ekonomi AS adalah pertumbuhan sebesar 2%, dengan terus bertambahnya jumlah pekerjaan di tengah tingkat pengangguran yang rendah.

“Jadi, saya masih melihat kemungkinan resesi tahun ini atau tahun depan relatif sama dengan tahun kapan pun,” ungkap Williams pada Kamis (28/3/2019), seperti dikutip Bloomberg.

Komentar Williams disampaikan beberapa hari setelah kurva imbal hasil berinversi untuk pertama kalinya sejak 2007, ketika imbal hasil obligasi bertenor 3 bulan naik di atas imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun.

Inversi tersebut dapat mengindikasikan bahwa investor kini berpikir suku bunga yang lebih rendah lebih memungkinkan terjadi di masa mendatang ketimbang suku bunga yang lebih tinggi. Ini adalah suatu perkembangan yang secara historis mengawali adanya resesi.

“Ada banyak alasan untuk berpikir bahwa itu telah menjadi prediktor resesi karena alasan di masa lalu yang tidak berlaku dewasa ini. Saya pikir hal itu memberitahu kita bahwa pertumbuhan ekonomi di AS dan global akan sangat moderat ke depannya,” terang Williams.

Williams juga mengatakan tingkat pengangguran dan inflasi saat ini di AS mendekati tujuan Fed.

“Dari sudut pandang saya, kebijakan moneter dalam hal tingkat suku bunga jangka pendek berada di kisaran netral,” lanjutnya, merujuk pada tingkat suku bunga yang tidak mempercepat atau pun mengerem pertumbuhan.

“Setiap perkembangan dalam perekonomian, apakah itu di sisi ketenagakerjaan atau di sisi inflasi, yang bergerak menjauhi tujuan kita, bagaimana pun juga, akan menjadi alasan untuk memikirkan kembali arah kebijakan ke depan,” jelas Williams.

James Bullard, Presiden Fed wilayah St. Louis, bahkan memperkirakan pertumbuhan pada kuartal kedua akan pulih setelah awal yang lamban tahun ini. Ia juga menyebutkan bahwa seruan untuk penurunan suku bunga adalah hal yang prematur.

Menurut Bullard, serangkaian data ekonomi AS yang lemah baru-baru ini mungkin bersifat sementara dan gagasan rebound pertumbuhan di kuartal kedua adalah perkiraan yang baik.

“Saya pikir akan terlalu dini untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Saya pikir Anda pastinya ingin benar-benar mencermati data. Kemungkinan besar, ekonomi akan lebih kuat pada kuartal kedua,” ujar Bullard.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi as

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup