Ekspor Makanan Minuman : Kinerja 2019 Diprediksi Naik 10%

Di saat sejumlah sentimen negatif pasar global masih menghantui, kinerja ekspor industri makanan dan minuman Indonesia diproyeksikan bangkit dengan proyeksi pertumbuhan 10% pada tahun ini menjadi US$31,9 juta.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  09:00 WIB
Ekspor Makanan Minuman : Kinerja 2019 Diprediksi Naik 10%
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Presiden Direktur Mayora Group Andre Atmaja (kedua kanan) meninjau proses pengemasan produk Mayora di sela-sela acara Pelepasan Kontainer Ekspor ke 250.000 ke Filipina, di Bitung, Tangerang, Banten, Senin (18/2/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Di saat sejumlah sentimen negatif pasar global masih menghantui, kinerja ekspor industri makanan dan minuman Indonesia diproyeksikan bangkit dengan proyeksi pertumbuhan 10% pada tahun ini menjadi US$31,9 juta.

Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gapmmi, mengatakan bahwa nilai ekspor sektor mamin dengan memasukkan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) pada 2018 sekitar US$29 miliar atau turun dibandingkan 2017 yang senilai US$31 miliar. Namun, untuk ekspor mamin olahan saja tanpa memasukkan CPO, masih terjadi peningkatan sebesar 5% secara tahunan.

"Tahun ini saya yakin masih ada peningkatan untuk mamin. Harapannya bisa naik 10% tahun ini, walaupun tidak mudah. Awal tahun ini terbantu dengan harga sawit, semoga masalah dengan Eropa berhasil diamankan," ujarnya, Rabu (27/3/2019).

Dia merinci nilai ekspor mamin olahan tanpa minyak sawit diproyeksikan ke arah US$7,5 miliar, sedangkan apabila dengan memasukkan CPO bisa mencapai US$32 miliar. Adhi menyebutkan nilai ekspor mamin olahan pada 2018 belum mencapai US$7 miliar.

Adi menyebutkan sejumlah sentimen negatif di pasar global masih menghantui, seperti larangan dari Uni Eropa terhadap produk CPO Indonesia, kondisi perang dagang yang belum pasti, serta situasi politik dunia yang tidak menentu.

Namun, menurutnya, masih banyak faktor positif yang akan mendongkrak kenaikan ekspor makanan dan minuman pada tahun ini, seperti daya saing industri, dan sejumlah kebijakan pemerintah yang mendukung akses pasar.

Pada 2017, tercatat ekspor produk manufaktur nasional di angka US$125,1 miliar, melonjak hingga US$130 miliar pada 2018 atau naik sebesar 3,98%. Sektor manufaktur juga mencatatkan kontribusi paling tinggi, sebesar 72,25% terhadap total ekspor nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimistis industri mamin nasional mampu melakukan terobosan inovasi produk dalam memenuhi selera konsumen dalam dan luar negeri. Terlebih lagi adanya implementasi industri 4.0, dengan pemanfaatan teknologi terkini dinilai dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan kompetitif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri makanan dan minuman, Ekspor Manufaktur

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top