Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

10.000 Supir Truk Ikuti Gerakan Keselamatan Berkendara

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menggelas gerakan keselamatan berkendara yang melibatkan sekitar 10.000 supir truk di Indonesia.
Petugas PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry memindai barcode tiket pengemudi truk, di Pelabuhan Ferry Bolok, Kupang, NTT, Jumat (18/1/19)./ANTARA-Kornelis Kaha
Petugas PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry memindai barcode tiket pengemudi truk, di Pelabuhan Ferry Bolok, Kupang, NTT, Jumat (18/1/19)./ANTARA-Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menggelas gerakan keselamatan berkendara yang melibatkan sekitar 10.000 supir truk di Indonesia.


Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman menuturkan bahwa tingginya angka kecelakaan di jalan raya yang 2 atau 3 orang meninggal per jam atau sekitar 26.000--29.000 jiwa meninggal per tahun di Indonesia, menimbulkan kerugian cukup besar baik moril maupun materiel dan mengakibatkan kemiskinan baru.

"Adapun 70% kecelakaan di jalan tol juga melibatkan truk di mana ada 50 kejadian per harinya. Tingkat fatalitas kecelakaan yang tinggi diakibatkan oleh rem blong," ungkapnya dalam agenda Deklarasi Pengemudi Truk Pelopor Keselamatan Aptrindo, Minggu (17/3/2019).


Aptrindo, lanjutnya, memandang perlu adanya gerakan yang dapat membangkitkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dalam berkendara di jalan khususnya pengemudi truk angkutan barang.


Gerakan ini, terangnya, pernah diadakan sebelumnya pada Maret 2017 melibatkan stakeholder dan pengusaha.

"Guna memaksimalkan komitmen atas keselamatan ini maka kami anggap perlu untuk melakukan lagi di Maret 2019 dengan melibatkan stakeholder, pengusaha, dan pengemudi dengan mengundang Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi," ucapnya.


Deklarasi Pengemudi Truk menjadikan Pelopor mengutamakan keselamatan mengusung tema Keselamatan Adalah Nomor Satu.


"Maksud dan tujuan acara ini untuk meningkatkan kualitas pengemudi yang memiliki kompetensi yang berstandar nasional maupun internasional dan meningkatkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran angkutan barang dengan kendaraan berstandar internasional, muatan standar, sehingga menghilangkan overdimensi dan overload [ODOL]," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper