Hunian di Indonesia Belum Ramah Lansia

Kelengkapan penyediaan fasilitas bagi penghuni merupakan salah satu preferensi pembeli dalam mencari hunian, termasuk penyediaan fasilitas bagi penghuni lanjut usia.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  07:19 WIB
Hunian di Indonesia Belum Ramah Lansia
Aston Denpasar Hotel & Convention Center berbagi bersama para lansia di Panti Sosial Tresna Werda Wana Seraya - Aston Denpasar Hotel & Convention Center

Bisnis.com, JAKARTA — Kelengkapan penyediaan fasilitas bagi penghuni merupakan salah satu preferensi pembeli dalam mencari hunian, termasuk penyediaan fasilitas bagi penghuni lanjut usia.

Namun, sebagian besar perumahan atau apartemen di Indonesia dinilai masih belum ramah terhadap lansia.

Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik mengatakan bahwa di Indonesia masih jarang ada perumahan atau apartemen yang sudah ramah lansia. Berbeda dengan luar negeri, seperti Amerika Serikat, yang mana penyediaan fasilitas untuk lansia sudah merupakan hal yang lumrah, bahkan dari hunian yang murah hingga yang mahal.

"Itu [hunian ramah lansia] kembali lagi kepada budaya, kalau di luar negeri bukan lagi mengenai rumahnya, tetapi sudah ke aktivitas dan orang di luar sudah terbiasa tinggal keluar dari rumah mulai umur 21 tahun, begitu lulus kuliah, mereka memang diharapkan untuk keluar dari rumah," kata Maria kepada Bisnis, Selasa (25/2/2019).

Sebaliknya, jika di Indonesia, orang-orang kebanyakan masih tinggal bersama orang tua dan secara kultur, orang tua memang sebaiknya diurus oleh anak.

Sementara itu, orang tua di luar negeri, khususnya di negara Barat, tidak mau merepotkan anaknya, mereka tetap mau independen, tinggal bersama anak juga membuat mereka menjadi terbatas.

“Kemudian, belum tentu anak memiliki waktu terus-terusan untuk orang tuanya. Jadi, orang tua pasti berpikir, kenapa tidak menghabiskan waktu dengan orang yang sebaya dengan mereka," lanjutnya.

Maria menjelaskan, baik perumahan maupun apartemen di AS sudah menyediakan aktvitas untuk lansia, misalnya, aktivitas menonton konser. Dengan demikian, lansia bisa bersosialisasi paling tidak sama dengan orang-orang yang seumuran dengan mereka.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu ada jika bangunan tersebut dikatakan ramah lansia, salah satunya lift yang bisa dimuat oleh kursi roda.

Pada lift ini pun perlu dilengkapi tombol darurat yang kegunaannya jika sesuatu terjadi. Selain itu, di setiap ruangan hingga toilet pun sudah harus dilengkapi tombol darurat. Dengan begitu, pengguna lift bisa langsung memencet tombol dan seharusnya sudah terkoneksi ke rumah sakit terdekat.

"Di luar negeri, perumahan biasanya sudah bekerja sama dengan rumah sakit dan ada tools yang dipasangkan ke badan mereka [lansia], ada elemen lain yang harus dipertimbangkan jika, misalnya, kalau ada hal yang terjadi pada orang tua."

Maria menambahkan bukan hanya fasilitas yang perlu disiapkan, melainkan juga harus ada pelayanan di perumahan dan apartemen karena justru yang orang Indonesia khawatirkan adalah jarak yang cukup jauh dan macet, khususnya di wilayah jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lanjut usia

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup