Tanggul Sepanjang 7,2 Km di Pekalongan Selesai Tahun Ini

Kekhawatiran warga Pekalongan dan sekitarnya akan ancaman banjir dan rob diharapkan segera berakhir. Pemerintah berupaya proyek Pengendalian Banjir dan Rob Pekalongan sepanjang 7,2 km tersebut bisa beroperasi sebelum musim hujan mendatang.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  10:50 WIB
Tanggul Sepanjang 7,2 Km di Pekalongan Selesai Tahun Ini
Foto udara proyek pembangunan tanggul rob di kawasan pesisir utara Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (15/1/2019). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Kekhawatiran warga Pekalongan dan sekitarnya akan ancaman banjir dan rob diharapkan segera berakhir. Pemerintah berupaya proyek Pengendalian Banjir dan Rob Pekalongan sepanjang 7,2 km tersebut bisa beroperasi sebelum musim hujan mendatang.

Hal itu dikemukakan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadimuljono saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah  untuk meninjau proyek Pengendalian Banjir dan Rob Pekalongan baru-baru ini.

Proyek tersebut akan rampung pada akhir 2019, namun Menteri Basuki menargetkan pada musim hujan mendatang sudah bisa dioperasikan.

“Secara keseluruhan progres pengerjaan tanggul sudah 60%. Untuk tanggul sudah tertutup semua, sehingga pada banjir besar kemarin air sudah tidak limpas tapi masih tipis sehingga kita akan tinggikan lagi 60 cm menjadi 3 meter dari sekarang 2,4 meter,” katanya melalui siaran resmi yang diterima Bisnis, Senin (25/2/2019).

Diharapkan, dengan ketinggian tanggul yang tepat, pembangunan tanggul rob dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama. Total panjang tanggul yang dibangun sepanjang 7,2 Km.

Pengendalian Banjir dan Rob di Kota dan Kabupaten Pekalongan menggunakan sistem polder. "Biasanya polder itu berbentuk kolam, tetapi karena berada di wilayah permukiman kita buat long storage dimana pada bagian ujungnya kita taruh pompa," terangnya.

Jumlah pompa yang akan dipasang sebanyak 10 x 2 m3/detik sehingga total 20 m3/detik yang akan melayani catchment area seluas 35 ribu hektar. Pompa-pompa tersebut saat ini sedang dalam tahapan pengiriman.

Pembangunan pengendali banjir dan rob Pekalongan terbagi menjadi tiga paket kontraktual. Paket I berupa pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,85 km lebar 30 m, normalisasi dan pemasangan parapet Sungai Mrican, pembangunan rumah pompa Mrican dan rumah pompa Silempeng. Pekerjaan dilakukan kontraktor PT. Bina Mitra Indosejahtera-PT. Aset Prima Tama, KSO dengan pendanaan APBN 2017-2019 senilai Rp 145,47 miliar.

Paket II berupa pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,1 km lebar 30 meter, normalisasi dan pemasangan parapet Sungai Bremi dan Meduri sepanjang 4,46 km, pembangunan rumah pompa Sengkareng. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT. PP - PT. SAC Nusantara, KSO dengan pendanaan APBN 2017-2019 senilai Rp 193 miliar.

Paket III berupa pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,31 km dan lebar 10 meter dan pembangunan rumah pompa. Dikerjakan oleh kontraktor PT. Hutama Karya dengan pendanaan APBN 2017-2019 senilai Rp 127,5 miliar.

Berikut ini foto-foto dokumentasi Kementerian PUPR atas kunjungan Menteri Basuki ke lokasi pengerjaan tanggul penahan rob tersebut di Pekalongan (24/2):

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanggul, banjir rob, Kementerian PUPR, Menteri PUPR

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top