153 Kapal Pesiar Bakal Mampir ke Pelabuhan Pelindo III

PT Pelindo III (Persero) mencatat 153 rencana kedatangan kapal pesiar tahun ini ke sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh perseroan. Jika terwujud, jumlah cruise call akan meningkat dari realisasi kunjungan tahun lalu.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  19:57 WIB
153 Kapal Pesiar Bakal Mampir ke Pelabuhan Pelindo III
Warga berfoto dengan latar belakang kapal pesiar MS Artania - Antara/Didik Suhartono
Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelindo III (Persero) mencatat 153 rencana kedatangan kapal pesiar tahun ini ke sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh perseroan.
Jika terwujud, jumlah cruise call akan meningkat dari realisasi kunjungan tahun lalu. 
 
Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan Pelabuhan Benoa, Bali, masih menjadi tujuan utama dari kedatangan kapal pesiar dengan 75 rencana kunjungan. 
 
Berikutnya, 17 kapal direncanakan datang ke Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat; 16 kapal ke Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah; 16 kapal ke Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.
Selanjunya 12 kapal ke Pelabuhan Probolinggo, Jatim; 6 kapal ke Pelabuhan Celukan Bawang, Bali; 3 kapal ke Pelabuhan Kalabahi, NTB; 3 kapal ke Pelabuhan Badas, NTB; 2 kapal ke Pelabuhan Ende, Nusa Tenggara Timur; 1 kapal ke Pelabuhan Banyuwangi, Jatim; 1 kapal ke Pelabuhan Maumere, NTT; dan 1 kapal ke Pelabuhan Kupang, NTT.
 
"Namun, jumlah itu masih dapat berubah, bisa saja bertambah maupun berkurang," kata Putut, Minggu (24/2/2019).
 
Menurut dia, sejumlah faktor dapat memengaruhi rencana kedatangan kapal pesiar.  Isu keamanan menjadi faktor utama yang menjadi perhatian operator kapal pesiar.
Dia memberi contoh, rencana kedatangan tahun lalu yang sebanyak 149 kapal pesiar hanya terealisasi 138 kunjungan.
 
Meskipun demikian, realisasi cruise call tahun lalu tetap meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 125 kapal. 
 
Pelindo III berencana mengundang para operator kapal pesiar untuk menunjukkan fasilitas-fasilitas penunjang yang tengah disiapkan perseroan, seperti pengembangan Pelabuhan Benoa di Bali dan Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar, NTB. 
 
Di Pelabuhan Benoa misalnya, BUMN operator pelabuhan itu memperdalam alur pelayaran dari sebelumnya 11 meter di bawah permukaan air (low water spring) menjadi 13 meter LWS.
Kolam pelabuhan di dermaga timur juga diperdalam dari minus 9 meter LWS menjadi minus 12 meter LWS. Kapasitas terminal penumpang pun ditingkatkan dan diperbaiki.
 
Dengan demikian, kapal pesiar berukuran besar dengan panjang (length overall/LOA) 250 meter yang semula hanya bisa berlabuh di luar pelabuhan, kini dapat bersandar di dermaga. 
 
"Ini akan menambah minat kedatangan kapal pesiar karena dari sisi keamanan dan kenyamanan mereka terjamin. Terminal Gilimas juga kurang lebih sama,” kata Putut.
 
Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menambahkan peningkatan fasilitas pelabuhan untuk mengantisipasi kunjungan kapal pesiar merupakan upaya Pelindo III mendukung pencapaian target wisatawan mancanegara tahun ini.
 
Dari target 20 juta wisatawan mancanegara, 3 juta di antaranya diharapkan mampu disokong oleh BUMN. Pelindo III telah menjadi anggota tim sinergi BUMN Pariwisata yang dibentuk oleh Kementerian BUMN.

"Sedikitnya ada 88.778 wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar yang turun di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III pada 2017 dan 125.218 wisman pada 2018," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, pelindo iii, kapal pesiar

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top