Faktor Pemicu Sektor Logistik Tumbuh 7,01% Tahun Lalu

Lapangan usaha transportasi dan pergudangan dalam produk domestik bruto (PDB) tumbuh 7,01% secara keseluruhan tahun pada 2018 dibandingkan dengan 2017.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  13:31 WIB
Faktor Pemicu Sektor Logistik Tumbuh 7,01% Tahun Lalu
Ilustrasi - Pergudangan - mmproperty.com

Bisnis.com, JAKARTA - Lapangan usaha transportasi dan pergudangan dalam produk domestik bruto (PDB) tumbuh 7,01% secara keseluruhan tahun pada 2018 dibandingkan dengan 2017. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun sebesar 5,17%.


Hal ini ditengarai sebagai dampak dari kontribusi perhubungan udara dan darat yang meningkat karena beradanya berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan pemerintah serta pembangunan infrastruktur perhubungan darat.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angkutan darat berkontribusi sebesar 44,41% terhadap total sektor representasi logistik tersebut dengan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 3,91%. Sementara itu, angkutan udara berkontribusi 30,16% terhadap total produksi dengan kontribusi pertumbuhan 1,05%.


Kontribusi tersebut disusul pergudangan dan jasa penunjang angkutan berkontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 1,24%, angkutan laut sebesar 0,57%, angkutan sungai danau dan penyeberangan sebesar 0,14% serta angkutan rel sebesar 0,1%. Dengan demikian terbentuk pertumbuhan produksi lapangan usaha transportasi dan logistik sebesar 7,01%.


Total produksi sektor tersebut mencapai Rp796,76 triliun atau berkontribusi 5,37% dari total PDB pada 2018. Sementara itu, kontribusi ini menurun jika dibandingkan dengan 2017 yang berkontribusi 5,41%.


Direktur Neraca Produksi BPS, Setianto menuturkan angkutan darat dan udara berkontribusi terbesar di antara sektor lainnya. Hal ini lanjutnya sebagai dampak dari kebijakan pemerintah mulai dari pembangunan hingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan internasional.


"Angkutan darat meningkat karena dibukanya beberapa ruas jalan tol dan distribusi barang domestik [karena] aktivitas impor dan ekspor yang meningkat juga mendorong transportasi darat meningkat," terangnya kepada Bisnis, Senin (18/2/2019).


Sementara itu, angkutan udara dikontribusi oleh berbagai kegiatan besar internasional yang dihelat di Indonesia, seperti Asian Games, Paragames, serta pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG).


"Event besar seperti Asian Games, Asian Paragames dan pertemuan IMF-WBG juga menyumbang sektor transportasi udara dan event lokal yang menarik wisatawan nusantara bisa menjadi pendorong angka angkutan udara," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bps, logistik, pergudangan

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top