SKK Migas Sampaikan Potensi Temuan Cadangan Migas di Sakakemang

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan potensi temuan cadangan minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Sakakemang yang dilakukan oleh konsorsium Repsol, Petronas, dan Mitsui Oil Exploration.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  14:46 WIB
SKK Migas Sampaikan Potensi Temuan Cadangan Migas di Sakakemang
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (ketiga kanan) didampingi jajaran pejabat SKK Migas menyampaikan keterangan pers capaian kinerja hulu migas 2018 dan target 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan potensi temuan cadangan minyak dan gas di Wilayah Kerja (WK) Sakakemang yang dilakukan oleh konsorsium Repsol, Petronas, dan Mitsui Oil Exploration.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan konsorsium tersebut masih akan melakukan pendalaman, sehingga benar-benar dipastikan besaran cadangan migasnya.

“Kami sebutkan potensinya cukup signifikan meskipun saat ini kami belum bisa menyebutkan angkanya. Kemudian, tentu saja ini juga dalam waktu segera akan ditindaklanjuti dengan persiapan untuk produksi,” tuturnya, Senin (18/2/2019).

Repsol, yang sebelumnya telah membeli Talisman Sakakemang B.V, sedang melakukan pengeboran Sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) ditajak pada 20 Agustus 2018 dengan target fractured basement. Lokasi sumur berada sekitar 60 kilometer (km) dari lapangan gas raksasa Suban.

Sementara itu, pengeboran KBD-1 sudah dilakukan oleh ConocoPhilips dengan target kedalaman yang relatif lebih dangkal.

Dwi menuturkan potensi temuan belum dapat disampaikan jika dengan mengandalkan hasil yang ada saat ini. Menurutnya, jumlah pengeboran sumur yang dilakukan ke depan harus melihat hasil dari KBD-2 dan KBD-3.

“Kalau dua sumur ini sudah bisa memvalidasi perkiraan yang sudah kami identifikasi di awal, mungkin dua sumur saja udah cukup,” terang Dwi.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, skk migas

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top