Pollux Tunjuk Kontraktor China CNQC Garap Gangnam District

PT Pollux Kemang Superblok –anak usaha PT Pollux Properti Indonesia Tbk., menunjuk perusahaan asal China CNQC sebagai kontraktor utama pembangunan proyek superblok Gangnam District di Bekasi senilai Rp2 triliun.
M. Rochmad Purboyo
M. Rochmad Purboyo - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  16:29 WIB
Pollux Tunjuk Kontraktor China CNQC Garap Gangnam District
Direktur Corporate Finance PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Donisius Adi (pertama kiri), Sales and Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Maikel Tanuwidjaya (kedua kiri), Director Project Gangnam District, Eka Sandra (ketiga kiri), Presiden Direktur Gangnam District, Irwanto Oentung (keempat kiri), CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Nico Po (kelima kiri), CEO CNQC, Zhang Dong (keenam kiri) dan CEO Aesler Group International, Jang Rony (ketujuh kiri) berpose bersama.

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Pollux Kemang Superblok –anak usaha PT Pollux Properti Indonesia Tbk., menunjuk perusahaan asal China CNQC sebagai kontraktor utama pembangunan proyek superblok Gangnam District di Bekasi senilai Rp2 triliun.

Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan Rabu (13/2/2019) meliputi pembangunan 8 menara yang merangkum 2 menara apartemen A1 dan A2 (phase1), 6 menara apartemen lainnya beserta fasilitas Waterpark (phase 2), serta F&B Arcade.

Nico Po, CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk., mengatakan Pollux selaku pengambang cukup selektif dalam memilih perusahaan konstruksi sebagai mitra kerja. Karena itu, pemilihan kontraktor menjadi suatu hal yang penting.

“Penunjukan CNQC sebagai kontraktor utama ini merupakan komitmen Pollux Properti Group untuk membangun dan mewujudkan proyek yang berkualitas demi menjaga kepuasan konsumen. Selain sarat pengalaman, standar pekerjaan berkualitas internasional menjadi pertimbangan utama bagi kami untuk memilih CNQC,” ujar Nico Po dalam rilisnya Rabu (13/2/2019).

CNQC merupakan perusahaan kontruksi asal China berskala internasional yang reputasinya sudah cukup diakui di beberapa negara dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp4,3 triliun. Sementara, Gangnam District merupakan mega superblok yang dikembangkan PT Pollux Kemang Superblok yang berkolaborasi dengan PT Trio Propertindo Jaya.

Presiden Direktur Gangnam District, Irwanto Oentung mengatakan, proyek mega superblok yang dikembangkan di atas lahan seluas 2,5 hektare itu menelan investasi mencapai Rp5 triliun. Proyek itu nantinya akan merangkum sebanyak 8 menara apartemen.

Gangnam District juga akan dilengkapi dengan beragam fasilitas eksklusif, antara lain waterpark, infinity pool, sky terrace, fitur smart home system, akses card dan lain-lain.

“Gangnam District punya beragam kelebihan, antara lain berada dalam kawasan yang saling terintegrasi dengan akses transportasi strategis di pusat kota Bekasi seperti LRT, KRL dan akses tol, status kepemilikan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), dekat dengan sarana pendidikan, perkantoran, rumah sakit hingga berbagai fasilitas eksklusif penunjang gaya hidup masyarakat modern serta tentunya harga yang ditawarkan masih sangat kompetitif,” kata Irwanto.

Sales and Marketing Director PT Pollux Properti IndonesiaTbk., Maikel Tanuwidjaya menyebutkan, penjualan Gangnam District dilakukan dalam beberapa fase. Fase pertama telah dipasarkan Tower Apartemen A1 sebanyak 567 unit. Pada fase ini, ada beberapa type yang ditawarkan, yakni type studio dengan total luas 22 m2 dan type two bedroom seluas 45,45 m2, dengan harga mulai dari Rp300 jutaan sampai dengan Rp600 jutaan.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2017 lalu, sampai saat ini Tower A1 sudah mengalami kenaikan sekitar 10% -15%,” papar Maikel seraya mengatakan sesuai dengan namanya, pengembangan Gangnam District didasari pada konsep 24 hours lifestyle bagi kalangan milenial.

Pada fase kedua dipasarkan 4 menara apartemen beserta fasilitas waterpark. Selain apartemen, pada fase kedua juga turut dikembangkan berbagai fasilitas premium untuk menunjang berbagai aktifitas penghuni. Menurut Maikel, dalam waktu dekat nantinya juga kembali akan diluncurkan Tower A2 yang masih menjadi bagian dari phase 1. “Pada penjualan fase pertama, Gangnam District berhasil mendulang sukses dengan sold out nya penjualan Tower A1,” sebut Maikel.

Sejak dimulai pembangunan pada 2017 lalu, ujar Maikel, progres pembangunan fase pertama saat ini telah menyelesaikan pekerjaan bore piling yang dilakukan kontraktor bore pile dan berikutnya akan dilanjutkan kepada kontraktor utama, dalam hal ini CNQC untuk pembangunan Sub Structure dan Upper structure, serta finishing secara keseluruhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pollux properties

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top