Jawa Tengah Mulai Panen Raya Jagung

Kementerian Pertanian mencatat lahan pertanian Jawa Tengah tengah memasuki panen raya jagung seluas 145.000 hektare di Grobogan, Blora, dan Wonogiri.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  19:49 WIB
Jawa Tengah Mulai Panen Raya Jagung
Petani memanen jagung. - JIBI/Desi Suryanto

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian mencatat lahan pertanian Jawa Tengah tengah memasuki panen raya jagung seluas 145.000 hektare di Grobogan, Blora, dan Wonogiri.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri, Sapuan mengatakan luas panen jagung Wonogiri pada Februari 2019 mencapai 37.000 hektare, di antaranya di Kecamatan Pracimantoro 5.874 hektare dan Watangrejo 453 hektare. Produktivitas panen 7,3 ton per hektare.

Sapuan menjelaskan pada umumnya wilayag di Wonogiri adalah daerah pegunungan dengan lahan batuan kering. Oleh sebab itu petani memanfaatkan pola tanam tumpang sari. Yaitu, padi-jagung-singkong, jagung-singkong-kacang tanah dan lainnya. Bahkan tanaman salip-salipan belum dipanen sudah disusul tanam berikutnya.

"Wilayah sini kebanyakan lahan berbatu tandus dan diurug tanah untuk ditanami. Walaupun mengandalkan air dari hujan, tapi lahan dimanfaatkan optimal, tidak ada lahan yang tidak ditanami, pekarangan rumah pun ditanami buah dan sayuran,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (12/1).

Sementara itu, Giman, Ketua Kelompok Tani Sidorejo, mengatakan saat ini harga jagung di petani mencapai Rp 4.200/kg pipilan kering. Harga ini sudah turun dibanding minggu lalu Rp4.500/kg sampai Rp4.700/kg pipilan kering. "Sedangkan harga di pasar Rp5.200 per kilogram. Kadar air jagung yang habis dipanen adalah 27%,” ungkapnya.

Ketua Upaya Khusus Pajale Jawa Tengah Suwandi mengapresiasi keberhasilan petani yang mampu memanfaatkan lahan pertanian yang relatif tandus ini untuk bisa ditanami jagung secara optimal. Pasalnya, lahan yang ditanami jagung sebelumnya berupa batu padas, kemudian dilakukan reklamasi dengan menambahkan tanah subur yang dibeli dari daerah lain.

"[Petani] ternyata mampu memanfaatkan tanah pertanian yang relatif tandus ini untuk bisa ditanami dengan optimal. Kedepannya agar petani tetap mengusahakan lahannya dengan baik dengan cara menggunakan pupuk organik,” ujarnya.

Dia pun meminta ke peternak agar mengambil jagung dari petani di Jateng dan Jatim yang saat ini sedang banjir jagung. “Panen melimpah dan harga lebih murah. Silakan para peternak unggas sekarang ambil jagung dari petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur," katanya.

“Produksi jagung harus kita tingkatkan ke depan. Saya mengharapkan para petani tetap semangat melakukan usaha tani dengan memproduksi pangan lokal, menghimbau agar mengonsumsi pangan lokal serta mencintai produk dalam negeri," pungkas Suwandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hortikultura, jagung

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top