5 Berita Populer Ekonomi, Ini Alasan Bagasi Berbayar Lion Air Tetap Berlanjut dan Target Wisman 2018 Tidak Tercapai

Kabar Kementerian Perhubungan memberikan perlakuan berbeda terhadap dua maskapai layanan minimum yang memberlakukan bagasi tercatat berbayar dan BPS catat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang 2018, jadi berita terpopuler kanal Ekonomi malam ini, Jumat (1/2/2019)
Oliv Grenisia | 01 Februari 2019 19:48 WIB
Petugas mendata barang pemudik sebelum di masukkan ke bagasi pesawat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/6/2018). - ANTARA FOTO / Umarul Faruq

1. Tarif Bagasi Berbayar: Ini Alasan Lion Air Boleh Melanjutkan, Citilink Harus Menunda

Kementerian Perhubungan memberikan perlakuan berbeda terhadap dua maskapai layanan minimum atau no frills yang memberlakukan bagasi tercatat berbayar.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti sebelumnya telah menunda pemberlakuan bagasi tercatat berbayar terhadap prosedur operasi standar Citilink yang telah diajukan dan disetujui. Baca selengkapnya di sini

2. 15,81 Juta Wisman Kunjungi Indonesia pada 2018, di Bawah Target Pemerintah

Badan Pusat Statistik mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia adalah 15,81 juta sepanjang 2018, di bawah target pemerintah yang sebanyak 17 juta kunjungan.

Dalam materi paparannya, Jumat (1/2/2019), Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada 2018 naik 15,58% secara year-on-year (yoy), baca selengkapnya di sini

3. Sarinah Siap Pacu Daya Saing dengan Gedung Baru 40 Lantai

Sarinah, salah satu BUMN ritel berencana membangun gedung baru 40 lantai sebagai upaya meningkatkan citra dan pelayanan kepada para pemangku kepentingan dan mitra kerja.

Direktur Utama Sarinah GNP Sugiarta Yasa di sela ajang "Sarinah Awarding Night 2019" Kamis malam mengatakan, gedung baru tersebut dibangun untuk memfasilitasi produk-produk premium, baca selengkapnya di sini

4. Industri Pernikahan Potensial, Target Transaksi Hingga Rp70 miliar

Setelah sukses menggelar pameran pernikahan bertema modern selama sembilan kali, Prakrama Organizer kembali menghadirkan eksibisi pernikahan bertajuk Asmaradana Pengantin Jawa.

Arief Rachman, Direktur Marketing Parakrama Organizer, mengatakan pernikahan merupakan industri kreatif yang potensial untuk terus bertumbuh. Baca selengkapnya di sini

5. Indonesia Incar Investasi Senilai US$60 Miliar di Batam

Pemerintah Indonesia ingin memposisikan kembali pulau Batam sebagai alternatif pengiriman dan pusat produksi menuju Singapura dengan potensi menarik investasi senilai US$60 miliar.

Batam dan pulau-pulau terdekat, yang terletak kurang dari 30 kilometer Singapura, baca selengkapnya di sini

Tag : berita populer
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top