Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tantangan Menggaet Investasi

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk menarik investasi, pemerintah perlu menyeleraskan berbagai kebijakan terkait investasi, fiskal, dan upaya mempertahankan kondisi fiskal yang sehat.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  14:53 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Dirjen Pajak Robert Pakpahan (kanan), Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono (kedua kanan), Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara (kiri), dan Dirjen Anggaran Askolani (kedua kiri) bersiap menyampaikan konferensi pers tentang Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Dirjen Pajak Robert Pakpahan (kanan), Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono (kedua kanan), Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara (kiri), dan Dirjen Anggaran Askolani (kedua kiri) bersiap menyampaikan konferensi pers tentang Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Bisnis.com, JAKARTA - Untuk menarik investasi, pemerintah perlu menyeleraskan berbagai kebijakan terkait investasi, fiskal, dan upaya mempertahankan kondisi fiskal yang sehat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan di tengah pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, menjadi penting bagi negara-negara emerging market, seperti Indonesia untuk menarik investasi domestik dan asing. 
 
Beberapa relaksasi fiskal yang telah diperkenalkan dan diimplementasikan, seperti revisi tax holiday baru-baru ini. Selain itu, Pemerintah juga berencana untuk merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) dan sedang dalam pembicaraan insentif inovatif untuk menarik pembiayaan untuk kemitraan strategis. 
 “Bagaimana kita akan memanfaatkan kebijakan fiskal supaya kita dapat mendorong kebijakan-kebijakan yang inovatif untuk dapat memberikan kualitas investasi yang lebih baik,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dikutip dalam laman resmu Kemenkeu, Kamis (31/1/2019).
Menkeu menjelaskan walaupun kondisi perekonomian global masih penuh tantangan, perekonomian Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang tangguh, mampu menyesuaikan diri dengan kebijakan-kebijakannya dengan tetap mempertahankan tingkat investasi, dan tingkat konsumsi yang stabil sehingga perekonomian tumbuh positif. 
“Investasi yang kuat dan konsumsi yang stabil dengan permintaan yang bertumbuh maka kita selalu memiliki kemampuan untuk bertahan,” jelasnya.
Menkeu menambahkan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, pemerintah menyadari pentingnya meningkatkan kualitas SDM baik dari segi pendidikan maupun kesehatan. 
Oleh karena itu, pemerintah menentukan kebijakan fokus pengeluaran negara 2019 yaitu pengembangan SDM, pembangunan infrastruktur, dan jaring pengamanan sosial serta memiliki kebijakan-kebijakan inovatif guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top