Bulog Kejar Serapan 1,8 Juta Ton Beras Hingga Juli

Perum Bulog menargetkan sampai dengan semester pertama pada 2019 bisa menyerap beras sampai dengan 1,8 juta ton supaya tidak perlu impor.
Pandu Gumilar | 10 Januari 2019 20:16 WIB
Presiden Joko Widodo mengecek stok beras di Kompleks Pergudangan Bulog, Jakarta, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog menargetkan sampai dengan semester pertama pada 2019 bisa menyerap beras sampai dengan 1,8 juta ton supaya tidak perlu impor.

"Sampai Juli tahun ini, kita tidak impor [lagi]. Kemarin saya dengan tim Bulog dengan Menteri Pertanian sudah menjajaki ke lapangan, dibantu BPS. Kami sudah punya peta daerah mana saja yang akan panen di seluruh Indonesia," katanya Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, Kamis (10/1).

Budi Waseso—yang akrab dipanggil Buwas— melanjutkan bahwa beberapa gudang milik perseroan sudah dikosongkan untuk menampung serapan beras dari sentra produksi. Penyerapan mulai dikejar pada Februari.

"Juli ini kita panen raya, target serap 1,8 juta ton. Untuk gantikan yang sekarang kita keluarkan. Saya berhitung, [pada saat itu stok] kita akan susut 600.000 ton, berarti masih ada [sekitar] 1,6 juta ton beras," katanya.

Buwas optimistis targetnya bisa terealisasi pasalnya koordinasi sudah dilakukan dengan beberapa kementerian serta gabungan kelompok tani. Dia mengutamakan porsi serapan dalam negeri tahun ini harus lebih besar dibandingkan pengadaan dalam negeri.

Adapun, Perum Bulog mencatat, realisasi kegiatan operasi pasar pada 2018 mencapai 544.649 ton. Realisasi operasi pasar pada 2019, hingga saat ini sebesar 37.017 ton dengan rata-rata realisasi per hari sebesar 7.000 ton—8.000 ton dan akan terus ditingkatkan dengan target 15.000 ton per hari.

Tag : bulog, beras bulog
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top