Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekind Incar Alokasi Gas Lapangan Jambaran-Tiung Biru

PT Rekayasa Industri (Rekind) mengincar alokasi gas dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru untuk dialirkan melalui proyek pipa gas Cirebon-Semarang miliknya.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 11 November 2018  |  16:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Rekayasa Industri (Rekind) mengincar alokasi gas dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru untuk dialirkan melalui proyek pipa gas Cirebon-Semarang miliknya.

Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman mengatakan, proses pembahasan rencana pembangunan proyek pipa gas Cirebon-Semarang telah memasuki tahap akhir, termasuk mengenai sumber pasokan gas.

Saat ini, kata Yanuar, sudah ada dua sumber gas yang tengah dijajaki. Dua sumber gas tersebut, yakni gas sebesar 20 MMscfd dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru di Blok Cepu yang dikelola PT Pertamina EP Cepu dan gas sebanyak 20 MMscfd dari Lapangan Madura BD di Blok Madura Strait yang dikelola oleh Husky CNOOC Madura Limited (HCML).

"Itu 20 MMscfd dari Jambaran-Tiung Biru salah satunya. Kami lagi mohonkan, 20 MMscfd lagi plus dari Husky. Jadi karena kami sudah bermitra dengan Pertagas dan BBG (PT Bayu Buana Gemilang) yang mencari sumbernya mereka, tapi sudah tahu sumber dari mana aja," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Proyek pipa gas Cirebon-Semarang hingga kini belum juga berjalan sejak dimenangkan tendernya oleh Rekind sejak 2006. Proyek tersebut lama mangkrak karena tak kunjung mendapat alokasi pasokan gas dan calon pembeli. Rekind menargetkan akhir Desember tahun ini proyek tersebut mulai groundbreaking.

Sementara itu, PT Pertamina EP Cepu menyatakan akan terdapat penambahan produksi gas dari proyek pengembangan Lapangan Jambaran-Tiung Biru sebesar 20 MMscfd.

Direktur Utama Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan, peningkatan produksi dari perkiraan awal sebesar 172 MMscfd tersebut berasal dari optimalisasi desain proyek.

Nantinya, dari total produksi 192 MMscfd tersebut, alokasi sebesar 100 MMscfd diperuntukkan untuk Pertamina (Persero), yang kemudian dialirkan ke PLN untuk kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sedangkan sebesar 72 MMscfd akan memasok kebutuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara itu, pihaknya saat ini sedang mencari calon pembeli untuk alokasi gas sebesar 20 MMscfd.

"Sedang proses apakah ke Persero semua atau buyers lain. Kalau ada yang minat silahkan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekind tiung biru rekayasa industri
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top