Perkembangan Proyek Jambaran-Tiung Biru Capai 25 Persen

PT Pertamina EP Cepu, PEPC, menunjukkan kinerja progresif dalam Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru. PEPC berhasil melampaui target progres mencapai 25 persen atau lebih cepat 1 persen dari target pada Kuartal II/2019.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  16:43 WIB
Perkembangan Proyek Jambaran-Tiung Biru Capai 25 Persen
Menteri ESDM Ignasius Jonan (ketiga kiri) bersama Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng (kedua kanan), dan Dirut Pertamina Elia Massa Manik (kiri) melakukan peletakan batu pertama proyek pengembangan lapangan gas unitiisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB), di Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (25/9). Pertamina melalui anak perusahaannya PT Pertamina EP Cepu menggelontorkan dana US1,547 miliar untuk proyek itu. ANTARA FOTO - R. Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pertamina EP Cepu, PEPC, menunjukkan kinerja progresif dalam Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru. PEPC berhasil melampaui target progres mencapai 25 persen atau lebih cepat 1 persen dari target pada Kuartal II/2019.

Kinerja progresif terlihat dari aspek konstruksi, drilling maupun skema project financing.

Direktur Utama Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan saat ini pengerjaan proyek masih tepat waktu dan diharapkan progres konstruksi GPF akan bertambah maju sesuai S-Curve yang telah disepakati antara PEPC dengan konsorsium RJJ selaku pelaksana pekerjaan.

Jamsaton mejelaskan percepatan konstruksi GPF merupakan bagian krusial dari manajemen proyek. GPF adalah fasilitas yang berfungsi memproduksi gas dari Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru dengan produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas onstream pada 2021 dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD.

GPF yang akan dibangun menggunakan teknologi dan dirancang  guna mendapatkan keandalan operasi dan ramah lingkungan untuk berproduksi selama 25 tahun. Selain konstruksi, di tahun ini PEPC telah melakukan milestones dalam pengerjaan pengeboran.

“Untuk mendukung target produksi onstream JTB pada 2021, PEPC akan melakukan pengeboran 6 buah sumur secara bertahap, di antaranya 4 sumur yang terletak di Wellpad Jambaran East dan 2 di Wellpad Jambaran Central. Tahapan drilling ditargetkan selesai pada Kuartal I/2021 untuk mendukung target onstream GPF di Kuartal II/2021,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/7/2019)

Saat ini, PEPC tengah melakukan kegiatan rig move yang akan dilanjutkan dengan inspeksi kelengkapan peralatan rig, dan memastikan bahwa semua peralatan yang dibutuhkan untuk kesiapan pengeboran telah tersedia.

Untuk performa dan komitmen dalam proses pengeboran, PEPC fokus mengejar dan mempercepat key indicators dalam mengoptimalkan jadwal pengeboran sebelum tajak sumur tahun ini.

Tak hanya progres konstruksi dan drilling, dalam skema project financing PEPC berhasil menuntaskan Financial Close untuk pendanaan Proyek JTB yang melibatkan 8 international lenders dan 4 lenders nasional, dengan nilai pendanaan sebesar US$1,85 miliar.

Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola PEPC merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Proyek dengan kapasitas produksi sales gas sebesar 192 MMSCFD tersebut nantinya akan dialirkan melalui Pipa transmisi Gresik-Semarang.

Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF), JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas, jambaran, tiung biru

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup