Evakuasi Lion Air JT 610, Tim SAR Gabungan Ditambah Jadi 869 Orang

Tim SAR Gabungan meningkatkan jumlah personel evakuasi korban maupun pesawat Lion Air JT-610 registrasi PK-LQP dari 858 orang menjadi 869 orang.
Rio Sandy Pradana | 03 November 2018 16:57 WIB
Petugas Basarnas mengevakuasi puing-puing pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 ke Kapal KN Sar Sadewa, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu (3/11). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tim SAR Gabungan meningkatkan jumlah personel evakuasi korban maupun pesawat Lion Air JT-610 registrasi PK-LQP dari 858 orang menjadi 869 orang.

Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub M. Pramintohadi Sukarno mengatakan jumlah tersebut terdiri atas 201 orang Badan SAR Nasional (Basarnas), 40 orang TNI Angkatan Darat (AD), 456 orang TNI Angkatan Laut (AL), 15 orang TNI Angkatan Udara (AU), 58 orang Polri, dan 30 petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
 
Selain itu, 18 orang Bea Cukai, 30 orang Palang Merah Indonesia (PMI), 10 orang Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta ditambah 5 orang Indonesia Diver, dan 6 orang Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Semarang.

"Jumlah personel ditingkatkan menjadi 869 dari hari sebelumnya 858 personel," kata Pramintohadi, Sabtu (3/11/2018).

Dia menambahkan untuk pencarian wilayah perairan (unsur laut) mengerahkan 56 unit kapal dari sebelumnya 45 unit kapal. Luas area pencarian bawah air 270 NM2, antara lain daerah prioritas 1A bawah air dengan kapal Baruna Jaya serta daerah prioritas 1B dengan kapal Dunamos.

Sementara, daerah prioritas 2 untuk pencarian permukaan air seluas 360 NM2 yang dioperasikan oleh 40 kapal dari BASARNAS, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, Bea Cukai dan Pertamina.

Daerah prioritas penyelaman seluas 36 NM2 didukung oleh 127 tim penyelam gabungan, dengan rincian 17 orang TIM Basarnas Special Group (BSG), 38 orang dari Penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska), 28 orang Detasemen Jalamangkara (Denjaka), 17 Tim penyelam Taifib atau Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir, lima orang Kantor Sar Semarang, tujuh orang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP), Korps Brigade Mobil (Brimob) empat orang, enam orang POSSI Semarang serta Indonesia Diver lima orang.

Rencana operasi melalui pencarian udara seluas 190 NM2 menggunakan lima helikopter, yaitu satu unit HR -1519, satu unit HR -1301, satu unit NBO – 105, satu unit NBO - 105 POLRI dan satu unit Dauphin Polri.

Adapun, untuk unsur penanganan di darat tersedia ambulance 30 unit dari hari sebelumnya 24 unit, yang meliputi sembilan unit dari POLRI, PMI enam unit serta 14 unit instansi lainnya.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lion air, lion air jatuh

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top