Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eksportir Ramai-ramai Siap Menolak Biaya Verifikasi Kontainer

Perusahaan Eksportir menolak biaya kegiatan vetifikasi berat kotor peti kemas atau vetification gross mass (VGM) karena merupakan layanan dari terminal peti kemas di pelabuhan dan kegiatan itu bagian dari implementasi aspek keselamatan.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 24 Oktober 2018  |  00:06 WIB
Petugas memantau pemindahan kontainer ke atas kapal di New Priok Container Terminal One (NPCT 1), Jakarta, Senin (12/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Petugas memantau pemindahan kontainer ke atas kapal di New Priok Container Terminal One (NPCT 1), Jakarta, Senin (12/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Eksportir menolak biaya kegiatan vetifikasi berat kotor peti kemas atau vetification gross mass (VGM) karena merupakan layanan dari terminal peti kemas di pelabuhan dan kegiatan itu bagian dari implementasi aspek keselamatan.

Subandi, Ketua Dewan Pembina Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), mengatakan VGM masuk kategori service maka tidak selayaknya kegiatan ekspor dikutip biaya apapun dalam layanan tersebut.

"Ekspor seharusnya didorong oleh pemerintah dan diberikan stimulus khusus, bukan sebaliknya dibebani biaya-biaya yang tidak perlu termasuk soal VGM itu," ujarnya saat berbicara pada Forum Group Diskusi (FGD) bertema Implementasi Kelaikan dan Berat Kotor Terverifikasi Peti Kemas dalam Menunjang Keselamatan Pelayaran yang dilaksanakan GPEI, Selasa (23/10/2018).

Menurut Subandi, pemerintah punya komitmen dalam upaya menurunkan biaya logistik di dalam negeri. Namun, dia menilai komitmen saja tidak cukup tetapi mesti dibarengi dengan langkah strategis dan tepat.

Dia mencontohkan Presiden Joko Widodo berupaya agar biaya-biaya yang terkait dengan logistik terus menurun. Bahkan saking semangatnya untuk itu, Presiden memerintahkan agar masa inap barang atau dwelling time di empat pelabuhan utama diturunkan menjadi kurang dari 4 hari dari sebelumnya rata-rata lebih dari 7 hari.

Keempat pelabuhan utama itu antara lain Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Belawan Medan, dan Pelabuhan Makassar.

"Namun sayangnya ternyata penurunan dwelling time ngak ada kaitannya langsung dengan penurunan biaya logistik.Ini terbukti saat ini, meskipun dwelling time turun tetapi biaya logistik tak kunjung turun, apalagi jika VGM dikenakan biaya.Ini nambah lagi beban pemilik barang,"ucapnya.

Pada Januari 2019, Kementerian Perhubungan akan mengimplementasikan Permenhub No. 53/2018 tentang Kelaikan Kontainer dan Vetifikasi Berat Kotor Peti Kemas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eksportir
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top